Rotasi Pejabat Strategis Jadi Momentum Percepatan Kinerja dan Penguatan Pelayanan Publik
SABANG —Mediamataelangindonesia.com | 28 Agustus 2026 | Pemerintah Kota Sabang kembali menggerakkan roda penataan birokrasi. Sebanyak 11 pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (JPT Pratama) dilantik dan diambil sumpahnya oleh Wali Kota Sabang H. Zulkifli H. Adam, Jumat (28/8/2026), dalam prosesi pelantikan Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama dan Jabatan Fungsional di lingkungan Pemerintah Kota Sabang.
Prosesi berlangsung di Aula Pulau Weh, Lantai IV Kantor Wali Kota Sabang, dihadiri jajaran pejabat pemerintah daerah dan undangan lainnya.
Pelantikan tersebut bukan sekadar pergantian kursi jabatan. Di balik rotasi dan penempatan sejumlah pejabat pada posisi strategis, terdapat tuntutan yang jauh lebih besar: bagaimana birokrasi bekerja lebih cepat, disiplin, profesional dan mampu memberikan pelayanan yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Pengisian JPT Pratama tersebut dilakukan melalui mekanisme yang melibatkan uji kompetensi, pertimbangan Tim Penilai Kinerja PNS serta rekomendasi Badan Kepegawaian Negara (BKN). Rekomendasi BKN tercatat melalui Nomor 41633/R-AK.02.03/SD/F/2026 tanggal 18 Agustus 2026, sedangkan pertimbangan Tim Penilai Kinerja PNS bernomor 19/TPK-PNS/SAB/2026 tanggal 19 Agustus 2026.
Dengan demikian, pejabat yang menerima amanah baru dituntut tidak hanya mampu menduduki jabatan, tetapi juga membuktikan kompetensi melalui kinerja yang terukur.
Wali Kota Tekankan Disiplin, Jangan Sekadar Duduk di Kursi Jabatan
Dalam amanatnya, Wali Kota Sabang H. Zulkifli H. Adam menekankan pentingnya disiplin dan profesionalitas aparatur dalam menjalankan tugas pemerintahan.
Disiplin waktu menjadi salah satu fondasi penting yang harus melekat dalam budaya kerja ASN. Ketepatan waktu dalam menjalankan tugas, menghadiri agenda pemerintahan, memberikan pelayanan serta menyelesaikan pekerjaan menjadi bagian dari bentuk tanggung jawab seorang aparatur kepada negara dan masyarakat.
Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa jabatan pimpinan tinggi bukan ruang untuk sekadar menjalankan rutinitas administratif.
Seorang pejabat dituntut mampu menjadi penggerak organisasi, teladan bagi bawahannya, pengambil keputusan yang bertanggung jawab serta pemimpin yang hadir ketika masyarakat membutuhkan pelayanan pemerintah.
Karena itu, rotasi maupun promosi jabatan harus diterjemahkan menjadi energi baru dalam bekerja, bukan hanya perubahan nama pada struktur organisasi.
Wali Kota juga mengingatkan agar para pejabat yang menerima amanah mampu menjaga integritas, membangun koordinasi dan bekerja secara profesional dengan mengutamakan kepentingan masyarakat.
Gerbong Birokrasi Sabang Bergerak
Sejumlah pejabat mengalami pergeseran posisi strategis.
M. Iqbal Sofyan, S.STP., yang sebelumnya menjabat Kepala Bappeda Kota Sabang, kini dipercaya sebagai Asisten Administrasi Umum Setda Kota Sabang.
Sementara Drs. Kamaruddin, yang sebelumnya menjabat Asisten Administrasi Umum, mendapat amanah sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja Kota Sabang.
Pada sektor komunikasi dan informasi, Junizar, S.H., M.Si., dipercaya memimpin Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kota Sabang, menggantikan posisi yang sebelumnya ditempati Agus Halim.
Agus Halim, S.E., selanjutnya dipercaya sebagai Kepala Dinas Pertanahan Kota Sabang.
Sementara pada sektor pertanian dan pangan, Dr. Faisal Azwar, S.T., M.T., dipercaya memimpin Dinas Pertanian dan Pangan Kota Sabang.
Perubahan juga terjadi pada sektor ketertiban umum. Husaini, S.T., yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Perhubungan, kini dipercaya sebagai Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah Kota Sabang.
Di sisi lain, Iswandi, S.STP., M.Si., tetap dipercaya sebagai Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong, PP dan PA Kota Sabang.
Demikian pula Rinaldi Syahputra, S.E., M.T., tetap dipercaya mengemban tugas sebagai Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Sabang.
Bukan Sekadar Rotasi, Publik Menunggu Hasil
Perubahan komposisi pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Sabang tentu membawa ekspektasi baru.
Masyarakat tidak hanya membutuhkan birokrasi yang lengkap secara struktur, tetapi juga pemerintahan yang cepat merespons persoalan, tepat mengambil keputusan dan konsisten memberikan pelayanan.
Terlebih Sabang memiliki karakter sebagai daerah kepulauan dan destinasi pariwisata strategis di ujung barat Indonesia. Tantangan pemerintahan tidak sederhana. Pengelolaan pariwisata, konektivitas, pertanian, UMKM, ekonomi masyarakat, pelayanan dasar hingga tata kelola pemerintahan membutuhkan aparatur yang mampu bergerak secara efektif dan kolaboratif.
Di titik inilah pejabat yang baru dilantik menghadapi ujian sebenarnya.
Kinerja akan menjadi ukuran.
Bukan seberapa tinggi jabatan yang disandang, melainkan seberapa besar perubahan yang mampu diwujudkan.
Bukan sekadar hadir dalam rapat, tetapi mampu memastikan keputusan rapat menjadi pekerjaan nyata.
Bukan sekadar menjalankan rutinitas, tetapi mampu melahirkan inovasi.
Dan bukan sekadar mengejar penyelesaian administrasi, tetapi memastikan masyarakat memperoleh pelayanan yang cepat, tepat dan berkeadilan.
Pelantikan 11 pejabat JPT Pratama tersebut akhirnya menjadi babak baru bagi birokrasi Pemerintah Kota Sabang.
Amanah telah diberikan. Waktu untuk bekerja telah dimulai. Publik kini menunggu bukti.
Sebab dalam pemerintahan, jabatan adalah amanah, disiplin adalah kewajiban, dan kinerja adalah ukuran dari kepercayaan masyarakat.
Laporan: Media Mata Elang Indonesia — Wilayah Sabang (MJ Eric Karno)
