IMG-20260824-WA0334

PIDIE JAYA,mediamataelangindonesia.com | Deburan air Sungai Blang Miroe yang beberapa bulan lalu meluap deras kini memang mulai surut. Namun, bekas amukan banjir hidrometeorologi itu masih menyisakan luka mendalam bagi warga di dua gampong. Jembatan Blang Miroe–Kumba, satu-satunya akses darat yang menghubungkan Gampong Blang Miroe dan Gampong Kumba di Kecamatan Bandar Dua, terpaksa “terluka parah” hingga putus total di bagian tengahnya.

Melihat urgensi akses vital ini, Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi, S.Sos., M.E., langsung turun ke lokasi untuk meninjau secara langsung kondisi jembatan pada Senin (24/8/2026). Peninjauan ini bukan sekadar seremoni, melainkan langkah cepat untuk memastikan proses pemulihan bisa segera digulirkan tanpa menunggu waktu yang lebih lama.

“Bagi masyarakat di sini, jembatan ini bukan sekadar beton dan besi. Ini adalah nadi kehidupan. Ini akses untuk anak-anak sekolah, ibu-ibu pergi ke pasar, petani membawa hasil panen, hingga warga yang membutuhkan pertolongan medis ke puskesmas. Kita tidak bisa membiarkan mereka terisolasi lebih lama,” ujar Bupati Sibral Malasyi dengan nada penuh prihatin saat berbincang dengan warga sekitar.

Dalam kunjungan lapangan yang berlangsung khidmat itu, Bupati tampak didampingi oleh sejumlah petinggi daerah dan jajaran keamanan. Terlihat Eko Wahyu Fredian, S.I.K., M.M., dari Baintelkam Polri yang turut mengawal proses koordinasi keamanan di lokasi bencana. Selain itu, turut hadir Kalak BPBD Pidie Jaya Okta Handipa yang menjelaskan secara teknis dampak kerusakan, Plt Kepala Dinas Sosial Azharyadi, S.Pi., M.M., untuk memetakan kebutuhan bantuan darurat bagi warga terdampak, serta Plt Kepala Dinas Pertanian M. Nur, S.P., M.Si., yang mengkhawatirkan terganggunya rantai pasok pertanian akibat akses yang macet. Rombongan Prokopim juga hadir untuk mendokumentasikan agenda penting ini sebagai bentuk transparansi publik.

Kerusakan jembatan tersebut terjadi akibat bencana banjir hidrometeorologi yang melanda wilayah Pidie Jaya beberapa bulan silam. Intensitas hujan tinggi yang mengguyur daerah hulu menyebabkan debit air sungai melonjak drastis, menggerus fondasi dan akhirnya merobohkan bagian konstruksi jembatan. Sejak saat itu, warga terpaksa menggunakan jalur memutar yang jauh lebih panjang dan ekstrem, bahkan tak jarang mereka harus menyeberang dengan rakit darurat saat keadaan benar-benar mendesak.

Di tengah peninjauan, Bupati Sibral Malasyi memberikan secercah harapan bagi masyarakat yang tengah gelisah. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya telah memasukkan rehabilitasi Jembatan Blang Miroe–Kumba sebagai prioritas utama dalam penanganan pascabencana.

“Kami berkomitmen untuk segera melakukan rehabilitasi total. Saat ini kita kaji bersama dinas terkait mengenai desain dan anggaran yang dibutuhkan. Yang terpenting, akses ini harus segera kembali normal agar warga bisa beraktivitas dengan aman. Kami tidak ingin ada lagi warga yang terjebak atau terpaksa mengambil risiko demi menjalani kehidupan sehari-hari,” tegasnya di hadapan para tokoh masyarakat setempat.

Kegiatan peninjauan berlangsung dengan penuh kekeluargaan dan dialog hangat antara pemerintah daerah dengan warga. Masyarakat setempat mengaku lega dan berharap janji rehab tersebut segera terwujud, mengingat aktivitas ekonomi serta pendidikan di kedua gampong sangat bergantung pada kelancaran jalur penghubung tersebut. (CM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *