Mataelangindonesia.com – Asahan Sumut, Disamping tidak mempunyai fasilitas / sarana untuk kegiatan proses belajar mengajar dan tidak memiliki gedung sendiri, sebanyak 125 siswa UPTD SMPN 2 Rahuning, Kecamatan Rahuning 1 terpaksa harus menumpang belajar di ruangan UPTD 013832 Rahuning 1.
Berdasarkan pantauan dari media ini, proses kegiatan belajar mengajar di UPTD SMPN 2 Rahuning tersebut pun dilakukan seadanya dengan segala keterbatasan. Para siswa siswi di sekolah tersebut harus menggunakan mobiler berupa meja, bangku dan papan tulis milik UPTD SDN 013832 Rahuning 1.
Beberapa oknum guru di UPTD SMPN 2 Rahuning yang identitasnya minta dirahasiakan tersebut menjelaskan jika kondisi yang dihadapi siswa-siswi itu sudah terjadi sejak tahun 2022 lalu.
“Sejak diresmikan pada tahun 2022 lalu hingga saat ini, para siswa – siswi disini terpaksa harus mengikuti kegiatan proses belajar mengajar dengan cara menumpang ruangan / kelas UPTD SDN 013832 Rahuning 1 bang. Disamping itu juga, kegiatan belajar mengajarnya pun masih menggunakan / meminjam mobiler UPTD SDN 013832,” ungkap mereka, Rabu (23/08/23).
Dengan segala keterbatasan tersebut, lanjut mereka, pihak sekolah UPTD SMPN 2 Rahuning terpaksa harus membagi jadwal belajarnya menjadi dua sesi / jadwalnya yaitu masuk pagi dan masuk sore.
“Jumlah tenaga pengajar disini berjumlah 12 orang dan 1 orang sebagai KTU, Perlu diketahui bang, semua tenaga pengajar dan KTU nya masih berstatus sebagai tenaga honorer semua bang,” jelas mereka.
Mereka mengakui pembangunan ruang kelas baru sebanyak 2 buah yang dilakukan Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan tersebut dinilai belum memadai untuk proses belajar mengajar di UPTD SMPN 2 Rahuning.
“Dua ruang kelas baru aja mana cukup dan memadai untuk kegiatan proses belajar mengajar di sekolah ini. Kalau bisa, ruangan nya ditambah lagi lah, agar kegiatan proses belajar mengajar dapat berjalan dengan baik dan semestinya,” pungkas mereka
Mereka berharap besar kepada Pemerintah Kabupaten Asahan melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan dapat membantu memberi solusi untuk sekolah dan para siswanya.
“Sehingga guru dan siswa – siswi disini bisa mendapatkan sarana dan fasilitas belajar yang layak seperti sekolah pada umumnya . Kami mempunyai angan-angan dan impian agar memiliki gedung sekolah sendiri dapat terwujud,” harap mereka.
Masih menurut mereka, jangan sampai anak-anak dari wilayah Kecamatan Rahuning dan sekitarnya yang memiliki semangat belajar luar biasa itu tidak mendapatkan fasilitas akses layanan pendidikan yang optimal seperti yang lainnya.
“Karena mereka juga anak bangsa yang punya masa depan yang sama,” pungkasnya.
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan, Supriyanto menjelaskan bahwa UPTD SMPN 2 Rahuning masih tergolong sebagai sekolah baru.
“Berhubung masih tergolong sebagai sekolah baru, jadi, butuh persiapan dan perencanaan lagi untuk memenuhi segala bentuk sarana dan prasarana di UPTD SMPN 2 Rahuning tersebut,” jelas Supriyanto melalui via telepon seluler.
Untuk tahap awal, lanjut Supriyanto, pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan saat ini masih membangun dua ruang baru terlebih dahulu.
“Selanjutnya akan dilakukan secara bertahap,” ujarnya .(Bib)
Editor ; Aslam
