
REUBEE – mediamataelangindonesia.com
Pengurus Masjid Jamik Tgk Chik Di Reubee terus melestarikan tradisi keilmuan dan keagamaan yang telah berlangsung puluhan tahun. Usai pelaksanaan shalat Subuh secara berjamaah, para pengurus dan jamaah tidak langsung bubar, melainkan melanjutkan kegiatan dengan mengikuti pengajian rutin yang diadakan setiap subuh di masjid tersebut.
Kegiatan ini menjadi agenda utama yang senantiasa dijaga keberlangsungannya. Keunikan dari pengajian ini adalah sudah adanya jadwal pemateri atau Tengku yang berbeda-beda setiap harinya, yang berasal dari para tengku, dan tokoh agama yang berkompeten di wilayah sekitar Reubee. Berikut adalah susunan jadwal pembina pengajian rutin pasca shalat Subuh di Masjid Jamik Tgk Chik Di Reubee:
– Jumat: Tgk Baihaki, SHI (Gampong Dayah)
– Sabtu: Tgk Almahdi, SHI (Gampong Reuba)
– Minggu: Tgk Asymuni (Gampong Buloh)
– Senin: Tgk Ibrahim (Gampong Mesjid Reubee)
– Selasa: Tgk Mukhtar (Gampong Cut)
– Rabu: Tgk Syafi’e Hamzah (Gampong Neulop)
– Kamis: Tgk Al-Misri (Gampong Reuba)
Pengajian ini dihadiri oleh para jamaah shalat Subuh yang berasal dari berbagai gampong di sekitar wilayah Reubee. Terlihat antusiasme yang cukup baik dari masyarakat, di mana jamaah yang hadir terdiri dari kaum laki-laki maupun perempuan, mulai dari kalangan pemuda hingga para lansia yang masih bersemangat menuntut ilmu agama.
Diketahui, kegiatan pengajian ini sejatinya sudah berlangsung sejak waktu yang sangat lama dan menjadi warisan luhur yang harus dijaga. Awalnya, kegiatan ini digagas dan dipimpin langsung oleh Almarhum Tgk H. Muhammad Yusuf H. Ibrahim, yang saat itu menjabat sebagai Khatib Masjid. Beliau merupakan sosok yang sangat gigih menggerakkan umat untuk mendalami agama di pagi hari (selesai Shalat Subuh). Kemudian dilanjutkan oleh Tgk H. Mahyiddin Ahmad, beliau merupakan Pimpinan Dayah Darul Muta’allimin dan juga sebagai Khatib Masjid baru pada saat itu.
Namun, seiring berjalannya waktu dan kondisi kesehatan beliau yang mulai menurun serta berhalangan hadir ke masjid, estafet kegiatan Pengajian Rutin Subuh ini kemudian dilanjutkan oleh Tgk Almahdi, SHI. Pengalihan tonggak Pengajian Rutin ini terjadi pada tahun 2017 sampai tahun 2023, bersamaan dengan diangkatnya Tgk Almahdi, SHI menjadi Imam Masjid Jamik Tgk Chik Di Reubee. Pengangkatan ini dilakukan mengingat Imam Rawatib sebelumnya yaitu Tgk Samsul Bahri pada saat itu sudah mulai sakit-sakitan dan tidak lagi sanggup menjalankan tugas hariannya. Sejak saat itu hingga kini, kegiatan ini masih terus berjalan berkat kerjasama para pengurus Masjid dan dukungan para tokoh agama dalam kemukiman Reubee.
Mulai dari tahun 2017, Pengajian Rutin masih seorang diri dalam memberikan materi dari isi Kitab-kitab yang sudah beredar dalam masyarakat Reubee umumnya, seperti kitab Adabul Insan fil Islamiyah, selnjutnya kitab Jam’ul jawami’ atau kitab Lapan nama lainnya, kemudian kitab Tambihul Ghafilin, selanjutnya kitab Siyarus Salikit juzuk 1. Sedangkan pada tahun 2023 sudah ada penambahan Tengku dalam pengajian Rutin Subuh yaitu Tgk Baihaki selaku Khatib Masjid saat itu, beliau mengambil jadwal setiap subuh Jum’at dan subuh Minggu, selebihnya Pengajian subuh masih tetap dilanjutkan oleh Tgk Almahdi, SHI.
Pada tahun 2025, pada saat pergantian Pengurus Masjid Baru maka banyak Perubahan dalam kegiatan melaksanakan tugas kemakmuran Masjid, disamping penambahan imam Rawatib Masjid, yang sebelumyan hanya dua orang menjadi 6 orang imam setiap waktu shalat ada imam tertentu, kecuali imam Shalat Magrib yang bertugas 2 orang. Disamping itu juga perubahan dalam Pengajian, ada penambahan menjadi 7 orang Tengku. Alhamdulillah sampai saat ini masih berjalan dengan baik.
Pengurus Masjid Jamik Tgk Chik Di Reubee berharap, keberadaan pengajian rutin ini dapat semakin disadari dan didukung oleh seluruh lapisan masyarakat. Diharapkan semakin banyak warga Reubee yang meluangkan waktunya untuk hadir dan menimba ilmu di masjid ini, karena keutamaan menuntut ilmu di waktu pagi hari sangatlah besar nilainya di sisi Allah SWT.
Selain itu, pihak pengurus juga menyadari pentingnya melakukan evaluasi dan inovasi agar kegiatan ini tetap menarik dan bermanfaat. Berbagai upaya dan solusi akan terus dicari dan diterapkan, supaya masyarakat Reubee semakin mencintai dan senang mengikuti pengajian, serta menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan yang hidup dan dinamis bagi kemajuan agama dan sosial di wilayah tersebut.
*Budi*

