ACEH Mediamataelangindonesia.com –
Perkembangan zaman membawa berbagai perubahan yang tidak selalu membawa dampak positif bagi pertumbuhan dan perkembangan anak dan remaja. Di tengah kemajuan teknologi dan perubahan pola hidup, banyak orang tua kini mulai merasa khawatir melihat kebiasaan anak-anaknya yang menghabiskan sebagian besar waktunya untuk bermain Hp setiap saat, terlibat dalam hubungan asmara atau pacaran yang belum waktunya, hingga melakukan kegiatan berisiko seperti balapan liar dan perilaku buruk lain yang tidak sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku.

Fenomena ini menjadi perhatian serius bagi masyarakat, khususnya para orang tua yang menginginkan anaknya tumbuh menjadi pribadi yang baik, berilmu, dan bertanggung jawab. Banyak dari mereka yang kemudian memandang Pesantren atau Dayah sebagai tempat yang tepat untuk menempatkan anaknya, agar terhindar dari pengaruh lingkungan yang kurang baik.

Di Pesantren maupun Dayah , setiap hari anak memiliki jadwal kegiatan yang teratur dan terencana dengan baik. Waktu mereka terisi dengan kegiatan belajar ilmu Agama, mulai dari mempelajari Al-Qur’an, memahami hukum-hukum Islam, mempelajari sejarah dan akhlak yang mulia, hingga memperdalam pengetahuan tentang ibadah dan kehidupan bermasyarakat.

Selain belajar ilmu Agama, anak-anak juga mendapatkan pendidikan ilmu Umum yang tetap penting untuk mendukung kemajuan pengetahuan dan kemampuan mereka dalam menghadapi dunia yang terus berkembang.

Selain kegiatan belajar, kehidupan di Pesantren dan Dayah juga mengajarkan anak untuk hidup disiplin, mandiri, dan saling membantu sesama teman. Mereka dibimbing untuk selalu menjaga kewajiban ibadah, seperti melaksanakan shalat wajib tepat waktu dengan berjama’ah, serta terbiasa melakukan ibadah sunnah sebagai cara untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan membentuk hati yang lembut dan berakhlak baik.

Kehidupan anak yang teratur seperti ini membuat waktu mereka terisi dengan hal-hal yang selalu bermanfaat, sehingga tidak ada kesempatan untuk terjebak dalam kebiasaan yang merugikan diri sendiri, orang tuanya maupun orang lain.

Bagi para orang tua, menempatkan anaknya di Pesantren atau Dayah membawa ketenangan hati yang besar. Mereka tidak lagi merasa cemas memikirkan ke mana anaknya pergi, dengan siapa mereka bergaul atau kegiatan apa yang dilakukan anaknya sepanjang hari. Mereka tahu bahwa anak berada di lingkungan yang aman dan dididik oleh para Tengku-tengku atau Ustadz-ustadz yang berkompeten dan berakhlak mulia, serta berada di bawah pengawasan yang penuh perhatian dan bimbingan yang baik.

Salah satu bukti nyata keberhasilan pendidikan di Dayah dapat dilihat dari perjalanan hidup Tgk Almahdi, SHI, beliau salah seorang Alumni Dayah Ruhul Fata Seulimum Aceh Besar, yang mondok selama 10 tahun disana sampai tahun 2010. Setelah menyelesaikan pendidikan di Dayah tersebut, beliau melanjutkan Kuliah di Sekolah Tinggi Ilmu Syari’ah (STIS) Al-Hilal Sigli. Masuk mulai tahun 2011 dan lulus pada tahun 2015. Selama masa kuliahnya, beliau juga aktif mengabdi kepada masyarakat dengan menjabat sebagai Imam Meunasah Reuba selama empat tahun hingga tahun 2017.

Berkat ilmu dan akhlak yang baik yang telah dibentuk sejak masa pendidikan di Dayah, pada tahun 2017 Pengurus Masjid Jamik Tgk Chik Di Reubee, Kecamatan Delima, mempercayakan beliau untuk menjadi Imam di Masjid tersebut. Alhamdulillah, kepercayaan itu tetap terjaga hingga kini di tahun 2026, dan beliau masih setia mengemban tugas sebagai Imam masjid dengan penuh tanggung jawab.

Selain berperan sebagai Imam dalam Shalat, dedikasi dan kemampuan beliau dalam bidang Agama juga diakui secara resmi. Pada tahun 2017, Tgk Almahdi, SHI menerima SK menjadi Penyuluh Agama Non Pegawai Negeri Sipil (PNS). Kesungguhan dan kerja kerasnya kemudian membuahkan hasil yang membanggakan, ketika pada tahun 2023 beliau berhasil memperoleh SK lagi sebagai Penyuluh Agama Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) setelah berhasil melewati serangkaian ujian di Banda Aceh. Saat ini, beliau masih aktif bertugas dan mengabdikan ilmunya di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Grong-grong, Kabupaten Pidie.

Tgk Almahdi, SHI menjadi bukti nyata dan pesan penting bagi masyarakat, “Bahwa jangan pernah ragu terhadap masa depan anak yang memilih untuk mondok dan menempuh pendidikan di Dayah atau Pesantren.”

Pendidikan yang menggabungkan ilmu agama dan pembentukan karakter tidak hanya membekali anak dengan pengetahuan yang luas, tetapi juga membentuk pribadi yang siap mengabdi, bermanfaat bagi sesama, dan memiliki jalan masa depan yang jelas dan terhormat.

Para pengasuh pesantren dan dayah juga menyampaikan bahwa pendidikan di tempat mereka tidak hanya berfokus pada pengajaran ilmu pengetahuan semata, tetapi juga bertujuan membentuk karakter dan kepribadian anak agar menjadi orang yang berguna bagi keluarga, masyarakat, agama, dan negara. Mereka berusaha menciptakan lingkungan yang mendukung pembentukan akhlak yang mulia, rasa tanggung jawab, serta rasa hormat kepada orang tua dan sesama manusia.

Meskipun demikian, para pengasuh juga menekankan bahwa pendidikan anak tetap menjadi tanggung jawab bersama antara pihak pesantren atau dayah dan keluarga. Peran orang tua tetap sangat penting untuk selalu memantau perkembangan anak, memberikan dukungan moral dan kasih sayang, serta memperkuat nilai-nilai yang telah diajarkan di tempat pendidikan tersebut agar tetap terpelihara dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Saat ini, semakin banyak orang tua yang menyadari manfaat pendidikan di pesantren dan dayah, sehingga jumlah anak yang mendaftar untuk menempuh pendidikan di tempat tersebut terus meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin sadar akan pentingnya membimbing anak dengan cara yang tepat, agar mereka dapat tumbuh dan berkembang menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara pengetahuan, tetapi juga kuat dalam iman dan berakhlak mulia, sehingga mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan dengan cara yang baik dan benar.

Pendidikan di pesantren dan dayah menjadi salah satu alternatif yang baik dan relevan untuk menjawab tantangan masa kini, membantu anak menjaga diri dari pengaruh buruk lingkungan, serta membangun dasar kehidupan yang kuat dan bermanfaat bagi masa depan mereka..
Penulis : Aldy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *