WhatsApp Image 2025-05-17 at 23.00.02

Mediamataelangindonesiacom-Sabang, 17 Mei 2025 – Atmosfer kebudayaan yang penuh semangat menyelimuti Gedung Aula SMK Negeri 1 Sabang malam ini. Ratusan pasang mata akan menyaksikan momen penting dalam dunia seni tari Kota Sabang, yakni pengumuman resmi Dewan Juri Lomba Tari Kreasi Baru Aceh Tingkat Kota Sabang Tahun 2025. Acara ini sekaligus menjadi penutup dari serangkaian kegiatan seni dan budaya yang telah digelar sejak awal Mei lalu oleh Pemerintah Kota Sabang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sabang.

Lomba Tari Kreasi Baru Aceh ini merupakan salah satu bentuk konkret komitmen pemerintah kota dalam melestarikan sekaligus mengembangkan kekayaan seni budaya Aceh, khususnya di kalangan generasi muda. Di tengah arus modernisasi dan tantangan globalisasi, pelestarian budaya lokal menjadi sangat penting agar jati diri dan nilai-nilai luhur bangsa tetap kokoh berdiri.

Ajang Apresiasi, Bukan Sekadar Kompetisi

Acara ini tidak hanya menghadirkan kompetisi antar kelompok tari dari berbagai sekolah dan sanggar seni, namun juga menjadi ajang apresiasi yang mempertemukan kreativitas dan semangat pelestarian budaya dalam satu panggung kehormatan. Para peserta menampilkan karya-karya tari yang memadukan unsur tradisional Aceh dengan sentuhan modern yang inovatif, tanpa menghilangkan nilai-nilai filosofi, gerak, dan busana khas Aceh.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sabang, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan sarana untuk memperkenalkan kembali seni tari kepada generasi muda dalam balutan yang lebih segar dan relevan dengan perkembangan zaman.

“Generasi muda adalah ujung tombak pelestarian budaya. Melalui tari kreasi, kita ingin mengajak anak-anak muda untuk tetap mencintai dan menjaga identitas budaya mereka, sembari memberi ruang untuk berekspresi dan berinovasi,” ujarnya.

Dewan Juri Profesional dan Kredibel

Salah satu penantian besar malam ini adalah pengumuman resmi Dewan Juri Lomba Tari Kreasi Baru Aceh Tingkat Kota Sabang Tahun 2025. Dewan juri dipilih dari kalangan seniman profesional, akademisi seni tari, budayawan, serta tokoh-tokoh masyarakat yang dikenal memiliki integritas tinggi dan pengalaman luas dalam dunia seni pertunjukan.

Ketua panitia lomba menyampaikan bahwa pemilihan juri dilakukan melalui proses yang ketat untuk memastikan penilaian yang objektif, adil, dan berstandar tinggi. “Kami ingin memastikan bahwa setiap karya yang ditampilkan mendapatkan apresiasi dan penilaian yang sepadan, bukan hanya dari sisi teknis tari, tetapi juga dari nilai artistik, orisinalitas, dan kekayaan budaya yang ditampilkan,” jelasnya.

Harapan dan Masa Depan Budaya Aceh di Sabang

Ibu Suami Rahmah S,PD Dewan Juri memberikan penghargaan kepada para peserta serta dukungan penuh terhadap kelanjutan acara serupa di masa depan. beliau menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, sekolah, masyarakat, dan pelaku seni dalam membangun ekosistem budaya yang hidup dan berkelanjutan.

“Kami tidak ingin budaya hanya menjadi kenangan. Kami ingin budaya hidup, tumbuh, dan diwariskan dengan cara yang kreatif dan membanggakan. Inilah salah satu upaya kami membangun Sabang sebagai kota yang tidak hanya indah secara alam, tetapi juga kaya dalam budaya,” ujarnya dengan penuh semangat.

Penutupan acara malam ini juga akan dimeriahkan dengan penampilan seni dari para peserta terbaik dan penyematan penghargaan kepada pemenang lomba. Diharapkan, kegiatan ini akan terus menjadi agenda tahunan yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat, sekaligus menjadi wadah pembinaan bagi talenta-talenta muda di bidang seni tarian.

Demikian Laporan Mei Sabang -Kabiro MJ Eric Novi Karno

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *