IMG-20251125-WA0086

Tugumulyo — Rencana pemanfaatan alokasi dana desa sebesar 20% untuk program ketahanan pangan melalui usaha Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Kecamatan Tugumulyo hingga kini masih belum menemukan kepastian. Ketidakjelasan tersebut muncul setelah wacana kerja sama antara BUMDes dan Dapur MBG belum dapat dipastikan dapat terlaksana.

 

Dapur MBG, yang disebut berada di bawah naungan sebuah yayasan dan berperan sebagai dapur gizi pendukung di wilayah Tugumulyo, diharapkan dapat menjadi mitra strategis bagi desa dalam memperkuat ketahanan pangan. Namun belum ada kejelasan mengenai apakah kerja sama tersebut membutuhkan persetujuan resmi dari yayasan yang menaungi layanan dapur tersebut.

 

Ketika dimintai keterangan, Ketua Korwil SPPG Kecamatan Tugumulyo, Tomi, mengaku belum dapat memberikan kepastian mengenai peluang kerja sama tersebut. Hal itu disampaikan dalam pertemuan antara seluruh BUMDes dan lima ketua Dapur MBG se-Kecamatan Tugumulyo.

 

> “Masih perlu koordinasi lebih lanjut sebelum keputusan final bisa diambil,” ujarnya singkat.

 

 

 

Sebelumnya, Camat Tugumulyo Sujatmiko menyampaikan harapan besar agar kolaborasi tersebut bisa terwujud. Hal itu ia sampaikan dalam sebuah pertemuan di Aula Desa D pada 19 November 2025, yang turut dihadiri para kepala desa, lima pengelola Dapur MBG, perwakilan SKPD terkait, Koramil, Polsek, dan seluruh ketua BUMDes se-Kecamatan Tugumulyo.

 

Dengan belum adanya kejelasan dari pihak SPPG maupun Dapur MBG, desa-desa di Kecamatan Tugumulyo kini masih menunggu solusi agar dana 20% ketahanan pangan dapat dimanfaatkan sesuai peruntukannya. Selain itu, desa berharap agar BUMDes dapat didorong menjadi motor penggerak ekonomi lokal melalui program yang tepat sasaran.

 

Penulis: Budi

 

Editor :  Ais Le

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *