Mediamataelangindonesia.com-Wilayah Pulau Weh
Sabang, Sabtu, 24 Mei 2025
Di tengah suasana pagi yang cerah dan angin laut yang sejuk khas Sabang, para pengurus PAPPRI (Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu, dan Pemusik Republik Indonesia) Kota Sabang berkumpul dalam sebuah agenda santai namun sarat makna: “Ngopi dan Cengkraman Seni.” Pertemuan yang berlangsung di salah satu kafe seni favorit lokal ini bukan sekadar temu kangen, melainkan sebuah forum ide dan semangat untuk membangun ekosistem seni musik yang lebih hidup di tahun 2025.
Dengan gelas kopi di tangan dan nada tawa yang hangat, perbincangan mengalir ringan namun mendalam. Dihadiri oleh para tokoh seni, musisi senior, pencipta lagu, hingga generasi muda PAPPRI, momen ini menjadi titik tolak bagi rencana-rencana besar yang siap diwujudkan di tahun ini. Mulai dari program pelatihan musik untuk anak muda, penyelenggaraan panggung ekspresi lokal, hingga persiapan Festival Musik Sabang yang direncanakan sebagai ajang tahunan.

“2025 adalah tahun kebangkitan. Sudah waktunya Sabang bukan hanya dikenal karena keindahan alamnya, tetapi juga karena kekuatan seninya,” tegas Ketua PAPPRI Sabang, dalam sambutannya. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas generasi dan sinergi dengan komunitas seni lainnya, termasuk pelibatan UMKM kreatif yang bergerak di bidang seni dan budaya.
Diskusi ini tidak hanya menyoroti soal pertunjukan musik, tetapi juga menyentuh aspek kesejahteraan seniman. Beberapa pengurus mengusulkan pembentukan koperasi seni serta penguatan peran PAPPRI dalam advokasi hak cipta dan perlindungan karya. Gagasan ini mendapat sambutan positif dan akan segera dibahas lebih lanjut dalam rapat pleno berikutnya.
Tak kalah menarik, sesi ‘curhat kreatif’ antar anggota menjadi sorotan tersendiri. Dalam sesi ini, setiap peserta diberikan kesempatan untuk berbagi pengalaman, tantangan, hingga harapan mereka terhadap dunia musik Sabang ke depan. Banyak cerita mengharukan sekaligus menginspirasi yang muncul, memperlihatkan bahwa di balik panggung gemerlap, ada perjuangan panjang yang layak diapresiasi.
Menjelang akhir pertemuan, seluruh peserta sepakat bahwa kegiatan semacam ini harus terus digelar secara berkala. Bukan hanya sebagai ajang pertemuan, tetapi sebagai ruang penyatuan gagasan, perumusan langkah strategis, dan penguatan solidaritas antar pelaku seni.
“Kopi ini bukan sekadar minuman, tapi simbol dari kehangatan, kebersamaan, dan semangat kita untuk terus berkarya,” ujar salah satu musisi muda yang hadir.
Dengan semangat baru dan langkah yang lebih terarah, PAPPRI Sabang siap menorehkan sejarah baru di tahun 2025. Tidak hanya membangkitkan gairah seni di tanah paling barat Indonesia, tapi juga mengangkat potensi lokal ke panggung nasional bahkan internasional.
PAPPRI Sabang membuktikan, bahwa dari cangkir kopi dan obrolan santai, bisa lahir karya besar yang menggetarkan dunia.
Demikian Sekilas Ngopi Bareng Mei Sabang-Novi Karno
