Meurah Dua, mediamataelangindonesia.com , 28 Juli 2026 – Gemuruh doa dan harapan menggema di Gampong Dayah Kruet pada Selasa (28/7) saat Kelompok Perempuan Puwoe Seumangat meresmikan Unit Usaha Air Minum Isi Ulang Reverse Osmosis (RO) “Puleh Grah”. Prosesi adat peusijuek yang khidmat menjadi penanda restu atas lahirnya usaha produktif yang diharapkan menjadi nadi perekonomian baru bagi masyarakat terdampak bencana banjir bandang di Kabupaten Pidie Jaya.
Peresmian yang berlangsung di lokasi unit usaha ini dihadiri oleh Camat Meurah Dua, Iskandar, SE, Keuchik Dayah Kruet, Syukri beserta jajaran aparatur gampong, tokoh adat dan masyarakat, seluruh anggota kelompok perempuan, serta perwakilan dari LSM Timang, Kamaruddin Rimba dan Muhammad Faisal. Suasana haru dan penuh semangat kebersamaan mewarnai acara yang menjadi tonggak baru bagi pemulihan pascabencana di wilayah ini.
Dari Pemulihan Fisik Menuju Ketahanan Ekonomi
Peresmian Unit Usaha “Puleh Grah” merupakan fase lanjutan dari program Pemulihan Pascabanjir Pidie Jaya yang didukung penuh oleh Yayasan HAkA. Sebelumnya, LSM Timang bersama masyarakat telah melaksanakan kegiatan Cash for Work (CfW) berupa pembersihan rumah-rumah warga dari lumpur dan puing-puing serta revitalisasi sumur-sumur yang tercemar. Kini, program bertransformasi dengan fokus pada penguatan ketahanan ekonomi masyarakat jangka panjang melalui pemberdayaan perempuan sebagai penggerak utama.
“Kami tidak hanya ingin memulihkan apa yang rusak, tetapi membangun fondasi yang lebih kuat untuk masa depan. ‘Puleh Grah’ adalah wujud nyata dari semangat itu,” ujar Kamaruddin Rimba, Managing Director LSM Timang, dalam sambutannya.
Menjawab Kebutuhan Air Bersih sekaligus Menghidupkan Ekonomi
Unit usaha “Puleh Grah” hadir sebagai solusi atas dua kebutuhan mendesak masyarakat Dayah Kruet: akses terhadap air minum sehat dan sumber pendapatan berkelanjutan. Dengan teknologi Reverse Osmosis (RO), usaha ini mampu menghasilkan air minum berkualitas tinggi yang aman dikonsumsi, menjawab permasalahan kualitas air yang kerap menjadi isu pascabencana.
Keunikan dari model bisnis ini terletak pada keterlibatan seluruh rumah tangga di Gampong Dayah Kruet sebagai anggota Kelompok Puwoe Seumangat. Dengan struktur keanggotaan yang inklusif, manfaat ekonomi dan sosial dari usaha ini diharapkan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh warga, bukan hanya segelintir pihak. Pendekatan ini memastikan bahwa keberlanjutan usaha selaras dengan kepentingan kolektif masyarakat.
Dukungan Penuh Pemerintah dan Apresiasi untuk Perempuan
Camat Meurah Dua, Iskandar, SE, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam kepada Yayasan HAkA dan LSM Timang. “Program ini membuktikan bahwa pemulihan bencana tidak hanya soal membangun kembali infrastruktur, tetapi juga membangun kembali mimpi dan harapan masyarakat. Saya sangat mengapresiasi semangat ibu-ibu Kelompok Puwoe Seumangat yang berani mengambil peran sebagai penggerak ekonomi,” tegasnya.
Camat juga menyoroti bahwa masih banyak pekerjaan rumah di Kecamatan Meurah Dua pascabencana banjir bandang, namun inisiatif seperti ini menjadi contoh konkret bahwa kemandirian masyarakat adalah kunci utama pemulihan yang efektif dan berkelanjutan. Ia berharap unit usaha ini dikelola secara profesional, transparan, dan mampu menjadi percontohan bagi desa-desa lain.
Pendampingan Berkelanjutan untuk Keberlanjutan Usaha
Kehadiran sarana RO bukanlah akhir dari intervensi. LSM Timang telah dan akan terus mendampingi Kelompok Puwoe Seumangat melalui serangkaian program penguatan kapasitas, mulai dari pembentukan kelembagaan kelompok, penyusunan struktur pengurus yang jelas, pelatihan literasi keuangan dan manajemen usaha, hingga pendampingan teknis operasional. Pendekatan ini memastikan bahwa kelompok perempuan tidak hanya memiliki sarana, tetapi juga kemampuan untuk mengelola usaha secara mandiri dan berkelanjutan.
“Dana usaha akan dikelola secara kolektif, dengan sistem pembagian manfaat yang telah disepakati bersama. Kami ingin ‘Puleh Grah’ menjadi lebih dari sekadar depot air minum—kami ingin ini menjadi pusat pemberdayaan perempuan dan penguatan ekonomi desa,” tambah Kamaruddin.
Kolaborasi untuk Pemulihan yang Holistik
Peresmian Unit Usaha “Puleh Grah” menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan mitra pembangunan dapat menciptakan dampak yang bermakna. Inisiatif ini diharapkan menjadi model pemulihan pascabencana yang tidak hanya fokus pada rehabilitasi fisik, tetapi juga penguatan ketahanan sosial, ekonomi, dan kelembagaan masyarakat di tingkat desa.
Dengan nama “Puleh Grah”—yang dalam bahasa lokal mengandung makna “pulih dan kembali bergairah”—usaha ini diharapkan menjadi simbol kebangkitan masyarakat Dayah Kruet: pulih dari bencana, dan kembali bergairah membangun masa depan.
Tentang LSM Timang
LSM Timang adalah organisasi non-pemerintah yang berkomitmen pada penguatan masyarakat berbasis ketahanan dan keberlanjutan. Dengan moto “Bersama Masyarakat, Memperkuat Ketahanan dan Keberlanjutan”, LSM Timang aktif mendampingi masyarakat dalam berbagai program pemberdayaan dan pemulihan pascabencana.
Demikian paparan Keuchik Syukri kepada Cek Mad dari media ini usai peresmian Usaha Air Minum.
Pewarta: CM Cek Mad
