Opini oleh :Ampon Blang

Hampir satu tahun telah berlalu sejak bencana banjir menerjang sejumlah wilayah di Aceh Utara. Namun bagi sebagian warga di Kecamatan Muara Batu, luka akibat musibah itu belum benar-benar pulih. Bukan hanya soal rumah, sawah, dan harta benda yang rusak, tetapi juga tentang harapan yang semakin menipis karena bantuan yang dinanti belum kunjung diterima.

Salah satu yang masih menjadi tanda tanya besar adalah persoalan dana Jadup (Jaminan Hidup) bagi masyarakat terdampak banjir. Di saat sebagian korban di daerah lain telah menerima bantuan, masih ada warga Muara Batu yang mempertanyakan mengapa hak mereka belum juga terealisasi.

Pertanyaan sederhana pun muncul di tengah masyarakat: di mana letak keadilan bagi korban banjir yang sama-sama merasakan penderitaan?

Mereka tidak meminta belas kasihan. Mereka hanya menuntut perhatian dan kepastian dari pemerintah. Sebab ketika bencana datang, warga tidak pernah memilih tempat untuk menjadi korban. Mereka kehilangan penghasilan, lahan pertanian terganggu, bahkan sebagian harus berjuang memulai kembali kehidupan dari nol.

Ironisnya, hampir setahun berlalu, suara mereka masih terdengar seperti gema yang belum mendapat jawaban. Pemerintah seharusnya hadir bukan hanya saat bencana terjadi dengan kunjungan dan pendataan, tetapi juga memastikan bantuan benar-benar sampai kepada masyarakat yang berhak.

Jika benar ada warga terdampak yang belum menerima Jadup, maka perlu ada evaluasi terbuka. Jangan sampai masyarakat yang sudah kehilangan akibat bencana kembali kehilangan kepercayaan kepada pemerintah.

Keadilan bukan hanya tentang memberikan bantuan kepada sebagian orang, tetapi memastikan tidak ada korban bencana yang merasa ditinggalkan.

Warga Muara Batu Aceh Utara masih menunggu. Mereka menunggu kepastian, bukan janji. Mereka menunggu tindakan nyata, bukan sekadar pendataan.

Sebab bagi korban bencana, waktu yang berlalu bukan hanya hitungan bulan, tetapi perjalanan panjang menghadapi kesulitan hidup.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *