IMG-20260912-WA0537

Banda Aceh | Mediamataelangindonesia.com | Jamuan khas Pulau Weh menjadi cara Kota Sabang menyambut dewan juri Aceh Culinary Festival (ACF) 2026 di Anjungan Kota Sabang, Taman Sulthanah Safiatuddin, Banda Aceh. Didampingi Ketua TP-PKK Kota Sabang Nuri Farisal dan Ketua BKMT Sabang Erwani Meutia, Wali Kota Sabang Zulkifli H. Adam memperkenalkan beragam kuliner khas sekaligus kekayaan rempah yang menjadi bagian dari identitas dan kehidupan masyarakat Sabang.

Kehadiran Wali Kota bersama Ketua TP-PKK dan Ketua BKMT Kota Sabang menjadi bagian dari tradisi pemulia jamee yang turut dihadirkan dalam pelaksanaan penilaian lomba masak ACF.

Beragam menu khas dan olahan berbahan lokal disiapkan untuk menyambut para juri. Di antaranya Bu Kula, Engkot Kakap Peuaweh, Ayang Bunga Kates, Miehun Seafood, Ikan Asin Pisang-pisang, Rujak, Kelapa Muda Murni, serta Puding Buah Naga.

Zulkifli mengatakan, ACF menjadi ruang yang baik untuk memperkenalkan kuliner Sabang secara langsung kepada masyarakat dari berbagai daerah, termasuk melalui sajian yang dihidangkan kepada tim penilaian.

“Kita ingin setiap orang yang datang ke Paviliun Sabang bisa mengenal Sabang bukan hanya dari alamnya, tetapi juga dari makanan dan cita rasanya. Ini bagian dari cara kita memperkenalkan kekayaan yang kita punya,” ujar Zulkifli, Sabtu (12/9).

Menurutnya, kekayaan kuliner Sabang memiliki peluang untuk terus dikembangkan menjadi bagian dari daya tarik pariwisata. Wisatawan yang berkunjung ke Sabang, kata dia, diharapkan tidak hanya menikmati destinasi, tetapi juga mendapatkan pengalaman melalui makanan dan produk lokal yang menjadi ciri khas daerah.

“Kalau orang datang ke Sabang, kita ingin mereka punya pengalaman yang lengkap. Menikmati laut dan alamnya, tetapi juga mengenal makanan, rempah, dan produk lokal kita. Karena kuliner juga bagian dari identitas dan pengalaman wisata,” katanya.

Ketua TP-PKK Kota Sabang Nuri Farisal turut memperkenalkan sejumlah sajian yang dihidangkan kepada para juri. Menurutnya, keberagaman bahan dan olahan yang tersedia di Sabang dapat menjadi potensi yang terus dikembangkan oleh masyarakat dan pelaku UMKM.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Sabang Harry Susethia mengatakan, kekayaan kuliner tersebut menjadi salah satu potensi yang bisa dikembangkan untuk mendukung pariwisata, termasuk bagi Sabang yang memiliki kekayaan rempah dan tradisi kuliner khas Pulau Weh.

“Sabang juga punya kekayaan kuliner yang kuat. Kita punya rempah seperti cengkeh, pala, pinang dan nilam, juga buah-buahan khas seperti salak, alpukat Sabang, buah naga dan kelapa. Termasuk kakao yang sudah kita kembangkan menjadi produk cokelat Sabang. Semua ini bisa terus dikembangkan menjadi produk kuliner dan oleh-oleh khas Sabang,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan, sajian yang dihidangkan tidak hanya menjadi bagian dari jamuan, tetapi juga menjadi cara untuk memperkenalkan kekayaan rasa yang dimiliki Sabang. Mulai dari olahan ikan laut, masakan berbahan hasil kebun, hingga sajian penutup berbahan buah lokal, seluruhnya menggambarkan kedekatan kuliner Sabang dengan kekayaan alam dan bahan pangan yang tersedia di Pulau Weh.

Melalui partisipasi dalam ACF 2026, Pemerintah Kota Sabang berharap kekayaan kuliner daerah semakin dikenal luas dan dapat membuka peluang yang lebih besar bagi pengembangan produk lokal, UMKM, serta pariwisata berbasis kuliner.

-Mj Eric Karno | Mei Sabang News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *