
GRONG-GRONG –
Mediamataelangindonesia.com.
Keharmonisan rumah tangga bukanlah sesuatu yang datang dengan sendirinya, melainkan harus dijaga dan dipelihara dengan sepenuh hati. Menurut penjelasan salah seorang Penyuluh Agama Islam di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Grong-grong, Kabupaten Pidie, *Tgk Almahdi, SHI,* terdapat empat perkara utama yang menjadi kunci utama agar rumah tangga tetap sakinah, mawaddah dan warahmah.
Sebaliknya, jika salah satu dari empat hal ini tidak dijaga dengan baik, maka perceraian bisa menjadi hal yang sulit untuk dihindari.
Bahkan, data dan pengamatan di lapangan menunjukkan bahwa banyak kasus perceraian yang terjadi di masyarakat, khususnya di wilayah Pidie, berakar dari pengabaian terhadap empat perkara tersebut.
🔑 *EMPAT KUNCI PENJAGA RUMAH TANGGA HARMONIS*
Dalam penyampaiannya, Almahdi, SHI menjelaskan secara rinci empat hal yang harus menjadi perhatian utama setiap pasangan suami istri :
1. Menjaga Kewajiban Shalat
Shalat adalah tiang agama dan menjadi jembatan langsung antara hamba dengan Sang Pencipta. Jangan pernah meninggalkan shalat, karena dengan menjaga shalat, hubungan seorang hamba dengan Allah SWT akan tetap terjaga. Ketika hubungan dengan Allah baik, maka Allah akan melimpahkan keberkahan dalam setiap aspek kehidupan, termasuk dalam membina rumah tangga. Pasangan yang rajin beribadah akan lebih mudah mengendalikan emosi, saling memaafkan, dan menyelesaikan masalah dengan kepala dingin.
2. Menjauhi Perselingkuhan
Perselingkuhan adalah salah satu penyebab utama hancurnya kepercayaan dan keharmonisan rumah tangga. Perbuatan ini harus dijauhi sedini mungkin, karena ia menjadi punca awal yang paling sering memicu terjadinya perceraian. Kehormatan dan kesetiaan adalah pondasi utama. Jika pondasi ini retak, maka sangat sulit untuk membangun kembali keutuhan keluarga yang utuh.
3. Menghindari Judi Online
Di era digital saat ini, judi online menjadi ancaman serius bagi perekonomian dan ketenangan rumah tangga. Jangan pernah tergoda mencari kekayaan dengan cara yang tidak halal melalui perjudian. Banyak kasus menunjukkan bahwa harta yang semula dikumpulkan dengan susah payah bisa habis dalam sekejap mata, bahkan menimbulkan utang yang menumpuk. Hal ini tentu memicu pertengkaran hebat yang berujung pada keretakan hubungan.
4. Menjauhi Narkotika, Khususnya Sabu-sabu
Mencari jalan instan menjadi kaya dengan cara menjual, mengedarkan, atau menggunakan sabu-sabu adalah jalan yang sangat keliru dan berbahaya. Zat ini tidak hanya merusak kesehatan fisik dan mental, tetapi juga mampu menghancurkan masa depan dan generasi penerus. Keluarga yang terjerat narkoba akan kehilangan arah, kehilangan rezeki, dan akhirnya hancur berkeping-keping.
📉 MINIMNYA ILMU AGAMA JADI PEMICU UTAMA
Almahdi, SHI menyampaikan rasa keprihatinannya melihat fenomena yang terjadi di masyarakat saat ini. Menurutnya, maraknya kasus perceraian belakangan ini tidak lepas dari minimnya pemahaman dan pengamalan ilmu agama setelah melangsungkan pernikahan.
“Kami melihat banyak pasangan yang menikah dengan harapan baik, namun setelah berumah tangga, mereka kurang mempelajari bagaimana cara mengelola rumah tangga menurut ajaran agama. Akibatnya, ketika muncul masalah sekecil apapun, mereka langsung mengambil jalan pintas untuk bercerai tanpa berusaha menyelesaikannya dengan musyawarah dan kesabaran,” ujar Almahdi.
Ia menambahkan, jika keempat perkara di atas benar-benar dijaga dengan baik, maka permasalahan rumah tangga akan menjadi lebih ringan dan mudah diselesaikan. Sebaliknya, jika salah satu saja diabaikan, maka benih-benih perselisihan akan tumbuh subur dan lama-kelamaan memisahkan ikatan suami istri.
“Rumah tangga yang harmonis itu samara atau terjaga baik, apabila dijaga dengan iman dan takwa. Jangan sampai harta, hawa nafsu, atau kebiasaan buruk merusak kebahagiaan yang telah dibangun,” tegasnya.
🤝 AJAKAN BERSAMA MEMBINA KELUARGA
Melalui penyampaian ini, Almahdi, SHI mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya pasangan suami istri, untuk senantiasa meningkatkan pemahaman agama, menjauhi larangan Allah, dan saling mengingatkan dalam kebaikan. Ia berharap agar setiap keluarga di Kecamatan Grong-grong dan seluruh Kabupaten Pidie dapat menjadikan keempat perkara ini sebagai pedoman hidup, sehingga tercipta masyarakat yang beriman, sejahtera, dan jauh dari perceraian.
“Keluarga yang kuat adalah pondasi bangsa yang kuat. Mari kita jaga shalat, jaga kesetiaan, jauhi judi, dan jauhi narkoba. Insya Allah, rumah tangga kita akan senantiasa diberkahi dan terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya.
Penulis : Aldy
