WhatsApp Image 2025-05-16 at 09.46.56

MediaMataElangIndonesiacom

Sabang, Aceh, Jum’at,16 Mei 2025 – Sebuah batu besar yang menutupi parit di jalan nasional lintasan Desa Aneuk Laot, Kecamatan Sukakarya, Kota Sabang, terus dikeluhkan warga. Keberadaan batu tersebut bukanlah hal baru. Sudah bertahun-tahun batu berukuran besar itu dibiarkan tanpa tindakan, menimbulkan dampak serius terutama saat musim hujan.

Batu besar tersebut terletak tepat di atas saluran drainase utama di pinggir jalan nasional. Saat hujan deras, air tak mampu mengalir dengan baik dan meluap ke badan jalan. Kondisi ini membuat jalan menjadi licin dan berbahaya bagi pengendara, terutama pengendara sepeda motor.

Hal serupa juga ditemukan di jalur menuju kawasan wisata Iboih, destinasi favorit wisatawan lokal dan mancanegara. Batu-batu besar yang menutupi parit tidak hanya mengganggu fungsi saluran air, tetapi juga merusak estetika jalan nasional yang menjadi akses utama wisata.

“Ini bukan lagi soal estetika, tapi sudah menyangkut keselamatan pengguna jalan. Setiap musim hujan, air meluap karena parit tersumbat. Jalanan tergenang, licin, dan rawan kecelakaan,” ujar Rahman, warga Kota Sabang yang setiap hari melintasi jalur tersebut.

Rahman menilai, pemerintah kota terkesan tidak peduli. Padahal, kondisi ini sudah lama berlangsung dan seharusnya bisa ditangani sejak dini.

“Sepertinya pemerintah Kota Sabang melalui dinas terkait menutup mata. Batu besar itu dibiarkan seperti hiasan di atas parit. Padahal, dampaknya nyata dan merugikan,” tegasnya.

Ia juga menyoroti momen tertentu, seperti hari Jumat, ketika banyak warga hendak melaksanakan ibadah salat Jumat. Genangan air yang meluap ke jalan kerap mengenai pejalan kaki dan pengendara yang melintas, menimbulkan ketidaknyamanan.

Warga mendesak Dinas Pekerjaan Umum atau instansi terkait untuk segera turun tangan. Selain memindahkan batu besar yang menghambat aliran parit, perbaikan sistem drainase secara menyeluruh juga dibutuhkan demi mencegah banjir di jalan nasional, khususnya menjelang musim hujan yang diprediksi lebih intens tahun ini.

Ketidakpedulian terhadap infrastruktur kecil seperti ini, menurut pemerhati lingkungan dan tata kota setempat, menunjukkan lemahnya sistem pemeliharaan jalan di daerah. Jalan nasional seharusnya menjadi prioritas, mengingat fungsinya yang vital sebagai penghubung antar wilayah dan akses utama ekonomi serta pariwisata.

“Jika dibiarkan, bukan hanya membahayakan pengendara, tetapi juga menunjukkan bahwa pemerintah lalai dalam menjaga infrastruktur dasar. Ini soal komitmen terhadap keselamatan publik,” ujar pengamat tata kota di Sabang.

Harapan Warga

Warga berharap pemerintah tidak menunggu hingga terjadi kecelakaan baru bertindak. Pembersihan parit dan pemindahan batu besar di jalur tersebut diharapkan menjadi perhatian serius sebelum dampaknya semakin meluas.

“Kami tidak butuh janji, kami butuh aksi nyata. Jangan tunggu ada korban baru diperbaiki,” pungkas Rahman.

Demikian Laporan Mei Sabang -Kabiro MJ Eric Novi Karno

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *