IMG-20260709-WA0552

MEUREUDU mediamataelangindonesia.com -Pengurus Daerah Pelajar Islam Indonesia (PD PII) Kabupaten Pidie Jaya meminta pemerintah kabupaten (Pemkab) setempat bergerak cepat dan responsif dalam mengatasi hambatan sektor pendidikan pasca-bencana alam. Pemkab diharapkan tidak memperpanjang jalur birokrasi mengingat masa depan kuliah generasi muda Pidie Jaya kini sangat bergantung pada kebijakan daerah.

Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua Umum PD PII Pidie Jaya, Yusril Mubarak, saat menggelar audiensi dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Pidie Jaya, Dr. Munawar Ibrahim, S.Kp., MPH, di ruang kerja Sekda setempat, Rabu (8/7/2026).

Di hadapan Sekda, Yusril memaparkan fakta lapangan mengenai lumpuhnya urat nadi perekonomian Pidie Jaya. Sektor pertanian dan kelautan yang menjadi tumpuan hidup mayoritas masyarakat kini macet total akibat pendangkalan pasca-bencana, yang berimbas pada merosotnya pendapatan warga secara drastis.

“Masyarakat kita saat ini jangankan untuk membayar kuliah anak, untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari pasca-bencana saja sudah sangat berat. Pertanian dan kelautan dangkal semua, otomatis roda ekonomi macet total. Pemkab harus melihat situasi darurat ini dan segera mengambil tindakan nyata tanpa menunda-nunda lagi,” ujar Yusril, Kamis (9/7/2026).

Yusril juga menyoroti realita berat yang harus dihadapi oleh para mahasiswa aktif maupun mahasiswa baru (maba). Bagi maba, biaya awal masuk universitas menjadi beban finansial yang luar biasa besar bagi orang tua, mulai dari tagihan Uang Kuliah Tunggal (UKT) hingga biaya sewa kamar kost di perantauan.
Ia mengingatkan bahwa jika kebijakan daerah lambat direalisasikan, dikhawatirkan akan terjadi lonjakan angka mahasiswa yang terpaksa putus kuliah akibat kendala ekonomi ini.

“Sektor pendidikan pasca-bencana ini butuh perhatian utama. Sangat disayangkan jika mahasiswa baru kita gagal melanjutkan studi hanya karena keterbatasan ekonomi keluarga akibat musibah ini. Kami tidak hanya berharap usulan ini sekadar dicatat, tetapi kami mendesak pemkab segera merealisasikan anggaran bantuan tersebut demi menyelamatkan generasi muda daerah,” tegas Yusril.

Dalam audiensi tersebut, PII menyodorkan tiga poin usulan penting yang mendesak untuk segera diwujudkan oleh pemerintah daerah:

1. Realisasi Beasiswa Khusus Korban Bencana: Mendesak Pemda Pidie Jaya untuk segera mengucurkan bantuan dana pendidikan bagi mahasiswa aktif dan mahasiswa baru (maba) korban bencana guna meringankan beban UKT dan biaya hidup.
2. Percepatan Rehabilitasi Asrama Putri: Meminta pemkab segera merenovasi fasilitas ruang di Asrama Putri Pidie Jaya agar layak dihuni kembali, sehingga mahasiswa memiliki alternatif tempat tinggal gratis dan menghemat biaya kost.
3. Percepatan Pengesahan Perbup Beasiswa: Mendorong Bupati dan jajaran terkait untuk mempercepat penerbitan Peraturan Bupati (Perbup) beasiswa bencana sebagai payung hukum yang resmi dan berkelanjutan.

Penyampaian aspirasi dan desakan dari elemen pemuda ini mendapat respon positif dari Sekda Pidie Jaya, Dr. Munawar Ibrahim. Pihak pemkab berkomitmen penuh dan menyatakan akan segera memanggil Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) terkait guna menindaklanjuti formula bantuan tersebut.

“Alhamdulillah Bapak Sekda merespon dengan sangat baik dan mencatat betul apa yang kami sampaikan. Namun, PII akan terus mengawal komitmen ini secara ketat. Insya Allah dalam waktu dekat beliau berjanji akan memanggil SKPK terkait untuk mengeksekusi usulan beasiswa dari PII Pidie Jaya ini,” tutup Yusril. (CM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *