WhatsApp Image 2025-07-07 at 00.06.03

Mediamataelangindonesia.com-Wilayah Pulau Weh (Sabang)

SUBULUSSALAM, 6 Juli 2025-Alumni Golkar Institute asal Aceh, Reza Fahlevi, menyampaikan dukungan penuhnya terhadap langkah Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bapak Bahlil Lahadalia, yang memberikan diskresi kepada Bustami Hamzah (Om Bus) untuk maju sebagai calon Ketua DPD I Partai Golkar Aceh dalam Musyawarah Daerah (Musda) mendatang.

Dalam keterangannya, Reza menegaskan bahwa pemberian diskresi tersebut merupakan langkah konstitusional yang sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Golkar, khususnya Pasal 23 huruf a, i, dan j, yang memberikan kewenangan kepada DPP untuk menyelesaikan perselisihan, memberikan penghargaan, hingga menjatuhkan sanksi organisasi.

“Memberikan diskresi terhadap Bustami Hamzah adalah suatu keniscayaan. Pasal 23 AD/ART Partai Golkar membuka ruang bagi DPP untuk mengeluarkan kebijakan teknis sesuai dinamika politik yang berkembang,” ujar Reza.

Ia juga menekankan bahwa diskresi bukan merupakan bentuk pelanggaran atau pengabaian terhadap aturan partai, melainkan instrumen internal yang terukur dan terbatas, sebagai bentuk penyesuaian administratif tanpa menanggalkan norma-norma dasar organisasi.

> “Diskresi bukan jalan pintas, tapi instrumen konstitusional yang memungkinkan partai merespons kebutuhan organisasi dengan cerdas. Dalam kasus Bustami Hamzah—seorang tokoh populer dan berpengalaman—langkah Ketum Bahlil sangat tepat secara politik dan strategis,” tambah Reza.

 

Menurutnya, posisi Bustami Hamzah yang pernah maju sebagai calon Gubernur Aceh menunjukkan kapabilitas dan legitimasi tinggi di mata publik. Maka dari itu, pemberian ruang melalui diskresi menjadi bentuk keberanian Partai Golkar untuk menyesuaikan strategi tanpa melanggar garis kebijakan partai.

Reza juga menjelaskan bahwa struktur organisasi partai menjunjung tinggi hirarki forum, mulai dari Munas sebagai forum tertinggi, dilanjutkan Rapimnas dan Rapim, hingga dikeluarkannya petunjuk pelaksanaan (juklak) dan keputusan pleno DPP. Dalam konteks itu, diskresi yang diberikan oleh Ketua Umum tidak membatalkan Munas, melainkan pelaksanaan teknis yang adaptif terhadap dinamika lapangan.

“Musda Aceh harus menjadi cerminan partai yang inklusif dan progresif. Memberi peluang kepada figur seperti Om Bus menunjukkan bahwa Golkar mampu beradaptasi dengan realitas lokal tanpa mengorbankan prinsip,” ucap Reza penuh keyakinan.

Menutup pernyataannya, Reza menyampaikan harapannya agar seluruh kader Golkar Aceh bersatu demi cita-cita partai dan kemajuan daerah.

“Saya mendukung sepenuhnya hak diskresi yang diambil oleh Ketum Bahlil untuk memasukkan Bustami Hamzah sebagai calon di Musda Aceh. Mari bersama membangun Golkar Aceh yang tangguh, inklusif, dan berwibawa, dengan menjunjung prosedur partai dan semangat kebersamaan,” tutup Reza Fahlevi dalam keterangannya.

Demikian Laporan Pantauan Media Mata Elang Indonesia Com Wilayah Sabang (Kabiro) Eric Karno

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *