IMG-20240324-WA0050

 

Mataelangindonesia.com – Palembang Sumsel, Ustadz Samsul Rizal (Ustadz Sam) tausiah di Masjid Al – Aman Pakri di Komplek kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel), Minggu (24-03-2024).

Ustadz Sam menjabarkan isi ceramahnya “Keikhlasan dan kejujuran melaksanakan ibadah puasa, jangan sampai kita puasa hanya mendapatkan lapar dan haus saja, hindarilah ;
1. Berkata bohong
2. Mengghibah
3. Berbicara kotor
4. Shudzon dan marah-marah

Selain itu hal-hal yang bisa membatalkan puasa selain makan dan minum juga bersenggama suami istri” ucap Ustadz Sam

Adapun ayat yang di kemukakaan atau di bacaan ayat tentang puasa juga hadist tentang berpuasa benar-benar hanya mengharap ridho allah semata termaktub dalam hadist nya :
Rasulullah SAW bersabda: “Man shama Ramadhana iymanan wahtisaban ghufira lahu ma taqaddama min zanbih (Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharapkan ampunan Allah, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya di masa lalu).” (HR. Bukhari).

Untuk itu, setiap muslim mestilah ia berpuasa secara penuh sesuai dengan ketentuan fiqih yang dilandasi dengan keimanan yang teguh dan tinggi, menghidupkan Ramadhan dengan berbagai amalan sunat siang dan malam, seraya meninggalkan amalan-amalan terlarang dalam Islam.
Ampunan Allah tersebut terfokuskan di bulan Ramadhan pada malam lailatul qadar yang Allah nyatakan lebih baik dari seribu bulan (khairum min alfi syahrin). Barangsiapa yang sempat bermohon dan beribadah pada malam tersebut akan diampuni dosa-dosanya di masa lalu (man qama lailatul qadri imanan wahtisaban ghufira lahu ma taqaddama min zanbih).

Oleh karenanya, siapa saja yang menginginkan ampunan Allah di bulan Ramadhan, mestilah minimal berpuasa penuh sebulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan harapan ampunan Allah, menghidupkan puasa Ramadhan dengan berbagai amalan-amalan sunat, dan berusaha keras untuk dapat beribadah dan memohonkan ampunan Allah pada malam lailatul qadar. Semua itu baru didapati seseorang apabila ia komit dengan berpuasa penuh sebulan Ramadhan, ia sibuk menghidupkan Ramadhan dengan amalan-amalan tambahan dan berupaya keras untuk dapat beribadah di malam lailatul qadar.” Tutupnya.  (Adipatih)

Editor : Aslam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *