Mataelangindonesia.com – Palembang Sumsel, Setelah menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh di bulan Ramadan, selanjutnya umat muslim di seluruh dunia merayakan momen kemenangan yaitu memperingati 1 syawal 1445 H sebagai hari raya Idul Fitri. Perayaan Idul Fitri merupakan simbol kemenangan atas umat muslim yang telah berpuasa dari fajar hingga senja, menahan diri dari makan, minum, dan tindakan-tindakan yang mungkin membatalkan puasa. Di sisi lain puasa tidak hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga tentang pengendalian diri, kesabaran, dan ketekunan. Oleh karena itu, Idul Fitri menandai bahwa umat muslim telah menunaikan tantangan selama bulan Ramadan tersebut.
Ustadz Samsul Rizal (Ustadz Sam) menyampaikan judul yang diangkat dalam tausiahnya “Hikmah hari kemenangan dan tingkah laku muslim dalam kehidupan beragama” di Masjid Muslimin jalan Pipa Reja kecamatan Kemuning Palembang, Rabu (10-04-2024)
Adapun 3 ciri muslim mendapatkan kemenangan khususnya setelah Ramadhan:
1. Selalu mensucikan diri dari segala bentuk kemaksiatan, kejahatan, kedzholiman, kesombongan, kemunafikan, rakue harta, kemungkaran dan sebagainya.
2. Selalu dzikirullah, baik sesudah sholat maupun diluar sholat. Dengan berdzikir inilah, manusia akan bersih hatinya dan tenang selalu terkontrol dan tidak mudah terjerumus dalam kesesatan.
3. Selalu menegakkan sholat, terutama sholat wajib lima waktu dan sholat-sholat sunat lainnya.
“Inilah hakikat idul Fitri yang dijanjikan Allah SWT, namun sayang sekali tidak semua orang mendapatkannya”, banyak sekali orang yang ikut berhari raya namun pada hakikatnya tidak mendapatkan makna Idul Fitri sebenarnya, sebab banyak orang yang tidak berpuasa dan tidak pernah Qiyamul lail, tapi tetap ikut berhari raya,
Penutup tausiahnya Ustadz Sam menguraikan inti sari yang terkandung adalah semakin meningkatkan hubungan dengan Allah dan hubungan dengan manusia.” Yang termaktub dalam Al Quran Surat Asy-Syams ayat 9-10
“Sungguh beruntung orang yang menyucikannya (jiwa itu), dan sungguh rugi orang yang mengotorinya.” (Adipatih)
Editor : Aslam
