IMG-20260629-WA0810

Nagan Raya.Mataelangindonesia.com.
Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) sekaligus Seleksi MTQ tingkat Kecamatan Kuala, Kabupaten Nagan Raya, menuai kekecewaan dari sejumlah peserta, pendamping, dan elemen masyarakat.

Mereka menilai penyelenggaraan ajang keagamaan yang digelar dua tahun sekali itu berlangsung kurang maksimal, terutama karena para juara tidak menerima hadiah maupun bentuk penghargaan lainnya.

Kegiatan tersebut berlangsung di halaman Masjid Syaikhuna, Gampong Ujong Pasi, Kecamatan Kuala, pada 25–26 Juni 2026. Pengumuman pemenang dilakukan pada Jumat malam, namun tanpa disertai penyerahan trofi, piagam, maupun hadiah kepada peserta yang meraih prestasi.

Salah seorang pendamping peserta yang tidak ingin namanya disebutkan mengaku kecewa terhadap pelaksanaan MTQ tahun ini.

Menurutnya, tidak adanya penghargaan bagi para juara menjadi pukulan terhadap semangat anak-anak yang telah berlatih dan mempersiapkan diri jauh hari.

Selama ini MTQ menjadi ajang yang dinantikan generasi muda untuk menunjukkan kemampuan sekaligus memotivasi mereka terus belajar Al-Qur’an. Namun tahun ini para juara pulang tanpa membawa bentuk penghargaan apa pun,” ujarnya kepada Mataelang. com. Senin 29 Juni 2026.

Ia mengungkapkan, sejak awal panitia juga tidak menyampaikan informasi kepada peserta maupun pendamping bahwa tidak akan ada hadiah bagi para pemenang.

Menurutnya, kondisi tersebut merupakan hal yang baru terjadi di Kecamatan Kuala. Pada pelaksanaan MTQ sebelumnya, para juara tetap memperoleh bentuk apresiasi sebagai penghargaan atas prestasi yang diraih.

Pendamping lainnya juga menilai penghargaan kepada peserta bukan semata-mata soal nilai materi, melainkan bentuk motivasi agar anak-anak terus berlatih dan meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an.

“Juara pertama memang akan mewakili kecamatan ke tingkat kabupaten. Namun juara dua dan tiga juga telah berjuang. Mereka seharusnya tetap mendapatkan apresiasi agar semangat mereka tidak padam,” katanya.

Mereka juga membandingkan pelaksanaan MTQ di sejumlah kecamatan lain di Kabupaten Nagan Raya yang disebut masih memberikan trofi, piagam, maupun uang pembinaan kepada para juara.

Atas kondisi tersebut, para pendamping berharap Pemerintah Kecamatan Kuala bersama Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kecamatan Kuala melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan MTQ ke depan.

Mereka khawatir minimnya apresiasi terhadap peserta berprestasi dapat menurunkan minat generasi muda untuk mengikuti MTQ pada masa mendatang, padahal kegiatan tersebut merupakan bagian penting dalam pembinaan syiar Islam dan pengembangan potensi qari serta qariah di b tingkat kecamatan.

Saat media ini meminta Konfirmasi pada camat kuala. Ini respon nya.

Sudah kami klarifikasi. Katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *