Mediamataelangindonesia.com-Wilayah Pulau Weh
SABANG – 9 Juli 2026-Pemerhati lingkungan hidup asal Kota Sabang, Syukri Alias T. Bayu, mengajak seluruh pemangku kepentingan, khususnya Wali Kota Sabang, Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS), serta Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh untuk bersama-sama mendukung dan mewujudkan program konservasi penyu di kawasan Pantai Ie Meulee, Sabang.
Bayu menilai, keberadaan penyu belimbing (Dermochelys coriacea), salah satu spesies langka yang kerap naik ke daratan Pantai Ie Meulee saat musim angin timur untuk bertelur, merupakan aset ekologis yang sangat berharga dan harus segera dilindungi secara resmi melalui kebijakan konservasi yang berkelanjutan.
“Lokasi ini sangat potensial untuk dijadikan kawasan konservasi. Pantainya masih alami, jauh dari permukiman, dan telah lama menjadi habitat bertelur penyu belimbing. Ini harus menjadi perhatian serius pemerintah,” ujar Bayu kepada wartawan.
Menurutnya, Pantai Ie Meulee bukan hanya memiliki nilai ekologis, tetapi juga nilai strategis dalam pengembangan pariwisata edukatif dan konservasi yang dapat mendorong peningkatan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
“Saya sangat berharap BPKS sebagai pemilik lahan, BKSDA Aceh sebagai otoritas konservasi, dan terutama Wali Kota Sabang dapat menetapkan lokasi ini sebagai kawasan konservasi penyu. Ini adalah bentuk tanggung jawab bersama dalam menyelamatkan ekosistem laut kita,” tegasnya.

Bayu juga menekankan bahwa program konservasi penyu ini bukan sekadar proyek sesaat, melainkan investasi jangka panjang untuk kelestarian alam dan generasi mendatang.
“Kita tidak boleh hanya sekadar menghabiskan anggaran tanpa dampak nyata. Program ini harus dijalankan secara konsisten dan berkelanjutan agar manfaatnya bisa dirasakan sampai ke anak cucu kita nanti,” pungkasnya.
Langkah ini dinilai sejalan dengan misi nasional dalam menjaga kelestarian biota laut yang semakin terancam, sekaligus menjadikan Sabang sebagai role model konservasi berbasis masyarakat yang terintegrasi dengan sektor pariwisata ramah lingkungan.
Demikian Laporan Media Mata Elang Indonesia Com Wilayah Sabang Ke Kabiro-Mj Eric Novi Karno
