Musi Rawas –mediamataelangindonesia.com Aliran Sungai Musi yang melintasi Desa Semete, Kecamatan Muara Lakitan, kini digerayangi aktivitas penambangan pasir yang berlangsung secara ilegal. Keadaan ini memicu kekhawatiran mendalam bagi seluruh warga setempat.
Pantauan di lapangan, sejumlah titik galian terlihat terbuka luas. Ekskavator terus menggali bantaran dan dasar sungai, sementara puluhan truk hilir mudik mengangkut pasir tanpa henti, siang dan malam. Tidak terlihat adanya izin operasional maupun pengawasan resmi di lokasi.
Warga mengeluhkan dampak yang makin terasa: air sungai yang dulunya jernih kini keruh pekat sehingga tak layak pakai, pinggir sungai rawan longsor, jalan desa rusak parah, serta lahan pertanian terancam kekeringan dan kerusakan. Aktivitas ini dinilai hanya mementingkan keuntungan segelintir orang dengan mengorbankan sumber kehidupan bersama.
“Sungai ini adalah nyawa kami. Sekarang digerayangi liar begitu, kami takut suatu hari nanti airnya habis atau tanah longsor menimpa rumah. Kami minta aparat segera turun tangan menindak tegas,” ujar seorang warga.
Hingga berita ini diturunkan, warga telah melaporkan kondisi tersebut ke pihak berwenang dan berharap ada tindakan nyata segera untuk menyelamatkan Sungai Musi dari kerusakan yang makin parah.
Penulis (Indra)

