IMG-20260626-WA0761

Musi Rawas, mediamataelangindonesia.com –
Rangkaian kegiatan Sedekah Bumi Desa J Ngadirejo, Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Musi Rawas, resmi dimulai pada Jumat (26/6/2026). Mengusung tema “Melestarikan Budaya yang Luhur sebagai Bentuk Rasa Syukur kepada Tuhan Yang Maha Agung”, kegiatan ini menjadi momentum kebersamaan masyarakat dalam menjaga warisan budaya sekaligus mempererat hubungan sosial antarwarga.
Acara tersebut dihadiri oleh Camat Tugumulyo Sujatmiko bersama istri, Kepala Desa J Ngadirejo Edi Suhendro bersama istri, para tokoh adat, tokoh agama, serta masyarakat desa yang antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

Kegiatan Sedekah Bumi dijadwalkan berlangsung mulai tanggal 26 Juni hingga 28 Juni 2026 dengan berbagai agenda budaya dan keagamaan.

Pada malam pertama, Jumat (26/6), rangkaian acara diawali pukul 19.30 WIB dengan doa bersama. Umat Muslim melaksanakan doa bersama di Masjid At-Taqwa, sementara umat Nasrani melaksanakan doa di Kapel Desa Ngadirejo sebagai bentuk kebersamaan dalam keberagaman masyarakat.

Usai doa bersama, kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah serta hiburan kesenian tradisional kuda lumping Turonggo dari salah satu paguyuban seni yang ada di Desa J Ngadirejo. Penampilan tersebut semakin meriah dengan tarian ibu-ibu warga yang turut belajar dan melestarikan kesenian kuda lumping, serta partisipasi para generasi muda desa.

Pantauan di lokasi, masyarakat dari berbagai kalangan, mulai dari orang tua hingga generasi muda, berbondong-bondong hadir menikmati malam pembukaan Sedekah Bumi. Suasana penuh kebersamaan terlihat jelas, menunjukkan kekompakan warga dalam menjaga tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Melalui kegiatan Sedekah Bumi ini, masyarakat berharap hasil bumi semakin melimpah, perekonomian warga semakin meningkat, serta kehidupan masyarakat dan bangsa Indonesia senantiasa diberikan keamanan, ketentraman, dan kemakmuran oleh Tuhan Yang Maha Esa.

Rangkaian acara akan terus berlanjut dengan berbagai kegiatan budaya, kenduri bersama, kirab gunungan, hingga pagelaran wayang kulit sebagai puncak perayaan Sedekah Bumi Desa J Ngadirejo tahun 2026.
Penulis: Budi Caksono

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *