JAKARTA, mediamataelanginndonesia.com – Suasana kekeluargaan kental terasa di Meunasah Aceh, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Minggu (26/7) siang. Puluhan perantau asal Pidie Jaya yang tergabung dalam Badan Musyawarah Masyarakat Pidie Jaya (Bamus Pijay) Jabodetabek menggelar Musyawarah Besar (Mubes) ke-IV yang berlangsung khidmat dan tertib. Puncak dari acara tersebut adalah pengambilan keputusan penting untuk masa depan organisasi diaspora ini.

Dengan suara bulat dan penuh semangat kebersamaan, para pemilik hak suara yang terdiri dari pengurus, Dewan Pembina, Dewan Penasehat, Dewan Peserta, serta koordinator dan sekretaris utusan kecamatan, secara aklamasi memutuskan untuk kembali menunjuk Ir. Said Malawi, ST.MM sebagai Ketua Umum Bamus Pijay Jabodetabek untuk periode kedua, yakni masa bakti 2026–2030.

Keputusan ini menandai kepercayaan penuh dari seluruh elemen organisasi yang hadir, termasuk perwakilan dari berbagai pengurus ranting yang telah terdaftar di bawah naungan Bamus Pijay, seperti BSMM, IMABA Jaya, dan IKAMARU. Mereka kompak menyatakan bahwa regenerasi kepemimpinan di bawah arahan Said Malawi dinilai mampu membawa organisasi ke arah yang lebih progresif, tanpa meninggalkan akar budaya dan nilai-nilai kebersamaan masyarakat Pidie Jaya di tanah rantau.

Pimpinan Tegas: “Tidak Ada Alasan untuk Menolak”

Saat menyampaikan pidato sambutannya usai ditetapkan sebagai ketua terpilih, Said Malawi menyampaikan sebuah pernyataan yang cukup mengejutkan namun menunjukkan sisi kepemimpinan yang tegas. Ia mengakui bahwa dirinya dipilih kembali tanpa persetujuan awal dari dirinya sendiri. Namun, karena ini merupakan amanat dari musyawarah, ia siap mengemban tanggung jawab itu dengan satu syarat besar bagi para calon pengurus barunya.

“Saya dipilih kembali tanpa persetujuan saya terlebih dahulu. Maka dari itu, konsekuensinya, siapa pun yang nanti saya pilih untuk duduk di kepengurusan, harus bersedia membantu saya tanpa alasan apa pun. Ini bukan tentang jabatan, ini tentang pengabdian untuk membesarkan Bamus Pijay,” tegas Said Malawi dengan lantang, disambut tepuk tangan riuh dari seluruh peserta.

Ia menambahkan bahwa kekompakan tim adalah kunci utama. Menurutnya, tidak ada persoalan yang terlalu berat untuk dipecahkan selama semua pihak bersedia duduk bersama, saling terbuka, dan berembuk mencari solusi terbaik.

“Prinsip saya sederhana, tidak ada masalah yang tidak bisa kita pecahkan apabila kita duduk bersama dan berembuk. Alhamdulillah, dengan adanya Bamus Pijay ini, kita sudah banyak saling mengenal, menjalin silaturahmi, dan yang terpenting, kita telah banyak berbuat untuk masyarakat Pidie Jaya yang sedang merantau di Jabodetabek,” tutup Said Malawi dengan penuh haru.

Bamus Pijay: Jembatan Emas Perantau Pidie Jaya

Musyawarah Besar ke-IV ini bukan sekadar ajang pergantian kepemimpinan, tetapi juga menjadi momentum evaluasi dan penyusunan strategi baru bagi organisasi yang telah menjadi wadah pemersatu bagi ribuan warga Pidie Jaya di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi ini.

Dalam kesempatan tersebut, para peserta juga menyampaikan berbagai aspirasi terkait peningkatan peran organisasi dalam membantu sesama perantau, baik di bidang sosial, ekonomi, maupun pendidikan. Kehadiran Bamus Pijay diharapkan tidak hanya sebagai tempat berkumpul, tetapi juga menjadi home base bagi warga Pijay di rantau yang membutuhkan uluran tangan, serta menjadi jembatan informasi antara perantau dan kampung halaman di Kabupaten Pidie Jaya.

Dengan kepemimpinan Said Malawi yang kembali dipercaya, harapan besar kini tertuju pada pengurus baru yang akan segera disusun. Publik perantau Pidie Jaya pun menantikan langkah nyata berikutnya dalam membawa organisasi ini semakin kokoh dan bermanfaat bagi semua pihak. Demikian hasil konfirmasi langsung Cek Mad dengan Ketua terpilih Said Malawi lewat WhatsApp.

Pewarta: Cek Mad

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *