Kolaborasi Lintas Sektor dan Penyiapan Infrastruktur Jadi Fokus
Pidie Jaya, 16 Mei 2025* – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie Jaya semakin gencar mematangkan persiapan sebagai tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-37 tingkat Provinsi Aceh. Event bergengsi yang dijadwalkan berlangsung pada 18–25 Oktober 2025 ini menjadi ajang penting untuk mempromosikan identitas keagamaan dan keramahan masyarakat Pidie Jaya.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam rapat koordinasi (rakor) yang digelar di Aula Cot Trieng, Kantor Bupati Pidie Jaya, Jumat (16/5/2025). Rakor dipimpin langsung oleh Bupati H. Sibral Malasyi. MA, S.Sos., M.E., dan dihadiri oleh seluruh jajaran Forkopimda, Ketua DPRK, Kapolres, Dandim 0102, Sekda, serta tokoh kunci seperti Ketua Pengadilan Negeri, Ketua MPU, Ketua Mahkamah Syariah Meureudu, dan Kakan Kemenag.

Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci
Bupati Sibral dalam sambutannya menekankan bahwa kesuksesan MTQ membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan. “Ini adalah amanah besar. Kita harus tunjukkan bahwa Pidie Jaya bukan hanya siap secara infrastruktur, tetapi juga siap secara mental dan spiritual sebagai daerah yang mencintai Al-Qur’an,” tegasnya.
Wakil Bupati Hasan Basri, S.T., M.M., menyoroti beberapa tantangan teknis, seperti:
1. *Akomodasi Kafilah:* Percepatan verifikasi rumah warga untuk tempat menginap peserta.
2. *Fasilitas Dasar:* Penyediaan air bersih, sanitasi, dan listrik yang memadai.
3. *Anggaran Hibah:* Pencairan dana hibah Rp20 miliar dari Provinsi Aceh harus segera direalisasikan untuk menghindari keterlambatan tender.
Keamanan dan Infrastruktur Venue
Kapolres Pidie Jaya, AKBP Ahmad Faisal Pasaribu, mengingatkan pentingnya sistem pengamanan terpadu. “Kami akan berkoordinasi dengan Forkopimda Provinsi dan memastikan setiap kontingen membawa tim pengamanan sendiri,” ujarnya.
Sementara itu, Asisten I Setdakab H. Said Abdullah mengungkapkan bahwa pembangunan venue utama masih perlu dikebut. “Kami minta semua bidang panitia segera menggelar rapat teknis sektoral mulai pekan depan,” pesannya, merujuk pada SK Bupati Nomor 295 Tahun 2025 sebagai panduan kerja.
Pelibatan Masyarakat dan UMKM
Rakor juga menyepakati pentingnya peran aktif masyarakat, termasuk tokoh adat dan agama, dalam mensukseskan MTQ. Potensi lokal seperti UMKM, kuliner khas, dan destinasi wisata akan dioptimalkan untuk mendukung ekonomi event.
“Kita ingin MTQ tidak hanya jadi ajang religius, tapi juga pemacu pertumbuhan ekonomi warga,” tambah Bupati Sibral.
Dengan waktu persiapan sekitar lima bulan, Pidie Jaya bertekad menjadikan MTQ ke-37 sebagai event yang berkesan, aman, dan berdampak positif bagi masyarakat. @(CM)
