IMG-20250329-WA0004

Belakangan, Kota palembang Yang Kaya akan Tradisi dan budaya sedang menjadi sorotan nasional akibat kontroversi yang ditimbulkan oleh konten kreator bernama Willy salim, Konten nya yang memasak daging 200 kg berada di pusat kota palembang, Benteng Kuto besak menuai Konflik yang berkepanjangan.

Di konten nya di muat bahwa dia sedang memasak rendang 200kg, yang bertujuan untuk menu buka puasa justru baru di masak di sore hari menjelang malam, Hal ini yang menjadi polemik, bahwa untuk memasak rendang saja membutuhkan waktu 4-6 jam, bagaimana kemudian dengan memasak sore hari bisa selesai untuk menu buka puasa, Disini sudah menunjukkan bahwa sang konten kreator tidak betul-betul mempersiapkan ini dengan matang.

Di tambah lagi waktu sudah melewati azan magrib, rendang tak kunjung selesai, Willy salim Di kontennya dikatakan dia izin ke toilet 10 menit kemudian ketika kembali rendang sudah hilang, Kemudian ini di ceritakan seolah olah ini sebuah tragedi, tapi di lihat dari beberapa sumber bahwa ini adalah settingan, Willy salim bukan ke Toilet, tapi ke mobil untuk makan yang menghabiskan waktu kurang lebih 30 menit, Dan sudah membrifing penjaga keamanan dan warga untuk mengambil rendang yang belum masak itu untuk di masak dirumah dikarenakan waktu sudah malam tidak memungkinkan untuk menyelesaikan memasak rendang sampai selesai.

Tapi yang di tampilkan berbeda, seolah-olah baru dia tinggal sebentar rendang sudah lenyap hilang tak tersisa, di anggap sebuah tragedi penjarahan yang di lakukan warga palembang, kemudian munculah anggapan di masyarakat indonesia bahwa orang palembang tidak tahu tata krama, tamak, rakus dan perspektif negatif lainnya.

Dari situlah kecaman demi kecaman diterima oleh orang palembang, ulah seorang konten kreator yang hanya mementingkan popularitas tanpa memikirkan harkat dan martabat daerah yang dia kunjungi, Konten tersebut sungguh tidak mencerminkan karakter “wong” palembang sama sekali.

Hal ini bukan hanya berdampak buruk terhadap citra dan ketertiban kota palembang, juga bukan tidak mungkin akan berdampak pada stabilitas sosial ekonomi masyarakat di segala bidang, Baik pariwisata, kuliner dan jasa.

Palembang adalah kota tertua di indonesia, Kota yang memiliki segudang tradisi, budaya dan Tata krama kesantunan luarbiasa, Kota ini adalah pusat kerajaan sriwijaya, Kerajaan maritim terbesar di asia tenggara pada masanya. Dari situ lahirlah peradaban melayu yang menyebar hingga ke pelosok nusantara.

Palembang juga dikenal sebagai “negeri seribu bahasa” karena keragaman dialek dan bahasa daerahnya yang saling berdampingan dengan harmonis.
Selain dari bahasa palembang alus dan sari-sari, ada juga pengaruh dari bahasa daerah sekitar seperti bahasa melayu, Komering, basemah, lematang.

Kemudian ditambah lagi palembang mempunyai beragam kesenian tradisional yang masih di rawat hingga kini mulai dari tari gending sriwijaya, kerajinan songket, Dulmuluk. Belum lagi kuliner khas yang terkenal seluruh pelosok nasional bahkan internasional seperti pempek, tekwan, laksan, pindang. Tempat wisata yang menarik seperti Jembatan ampera, sungai musi, pulau kemaro dan Benteng kuto besak,semua itu menggambarkan betapa kayanya budaya palembang.

Palembang pernah menjadi tuan rumah berbagai event nasional sampai internasional mulai dari Pon, Asean games, dan asian games, Dan tidak pernah sedikitpun ada masalah soal tata krama dan sopan santun.

Palembang di masa lalu adalah kerajaan palembang darussalam, yaitu kerajaan islam yang memiliki peran penting penyebaran agama islam di sumatera, Kemudian ada juga kesultanan palembang yang berdiri sampai detik ini, artiannya orang palembang selalu menghargai tradisi para leluhur dengan selalu melestarikan dan mengembangkan tradisi mereka.

Karakteristik Orang palembang mempunyai sikap kesopanan, kesabaran serta toleransi yang tinggi, apa lagi soal menyambut tamu dengan hangat dan ramah. orang palembang sudah terlatih bagaimana bersikap terhadap tamu, palembang adalah pusat kota dan perdagangan kerajaan sriwijaya, tempat menyambut tamu dari berbagai negara asia bahkan eropa.

Tapi ketika Tamu tersebut tidak mempunyai sikap yang bersahabat bahkan merendahkan budaya palembang, orang palembang mempunyai karakter yang keras kalo bicara tentang harkat dan martabat yang tidak seorang pun bisa menginjak-injak dan mempermainkan tanah leluhur nya.

Terlepas dari masalah tersebut, Yang menuai Kontroversi dan polemik. Ada frasa lama menyebutkan bahwa, “dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung” Yang berarti dimana pun kita berada kita harus menghormati adat istiadat daerah tersebut, jangan sampai kita mengambil kepentingan pribadi dengan merendahkan sebuah daerah tersebut, ini berlaku untuk daerah manapun, semoga ini menjadi pelajaran untuk kita lebih bijak bertutur dan bersopan santun apa lagi dalam bermedia sosial dalam balutan kebebesan bereskpresi. memang dengan kejadian ini banyak pelajaran luarbiasa untuk bagaimana kita menyikapi sebuah hal dengan bijak, kita tidak menutup segala bentuk kreativitas tapi kita ingin menekankan bahwa orang palembang mempunyai sopan santun dan tata krama tidak seperti yang diberitakan.

Dan dengan kejadian ini semoga menjadi PR besar untuk pemerintah kota palembang untuk bagaimana bisa memastikan kesejahteraan rakyat palembang, agar hal-hal yang demikian tidak terjadi kembali dengan segala kontroversi nya, Kita tunjukkan bahwa rakyat palembang mempunyai harkat dan martabat yang harus dijaga oleh seluruh rakyat nya.

Har dan tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *