IMG-20240719-WA0028

 

Mataelangindonesia.com – Palembang Sumsel, Khotbah Jum’at masih di bulan Muharram 1446 Hijriyah, Ustadz letnan Infanteri H.Samsul Rizal atau sering disapa Ustadz Sam yang tergabung Jaringan Santri Indonesia (JSI) yang mana juga aktif sehari hari sebagai anggota militer/TNI AD, kembali ceramahnya di masjid Al Ikhlas Makorem 044/ Gapo jalan Sudirman KM 4,5 Palembang, Jum’at (19-07-2024)

Alhamdulillah kita diberi kesehatan dan kesempatan sehingga jama’ah dapat kembali hadir dalam sidang Jum’at yang dimuliakan Allah yang bertepatan minggu awal tahun baru Islam yakni bulan Muharram. Adapun yang kita angkat adalah tentang Muhasabah yaitu salah satu cara untuk memperbaiki hati, melatih, menyucikan, dan membersihkannya. Dalam Islam, faktor utama yang menyebabkan seseorang mau melakukan muhasabah adalah Taqwa, keimanan dan keyakinan bahwa Allah SWT akan menghitung amal semua hamba-Nya, Jika amalannya baik, maka Allah SWT akan memberikan balasan yang baik pula. Sebaliknya jika amalannya buruk, maka ia akan mendapatkan balasan yang buruk pula.

Ustadz Sam, menjabarkan kutipan dari Imam Al Ghazali Muhasabah artinya upaya i’tisham dan istiqomah. I’tisham merupakan pemeliharaan diri dengan berpegang teguh pada aturan-aturan syariat. Sementara istiqomah adalah keteguhan diri dalam menangkal berbagai kecenderungan negatif.

Muhasabah diri artinya introspeksi, mawas, atau meneliti diri. Hal ini berarti menghitung-hitung perbuatan pada tiap tahun, tiap bulan, tiap hari, bahkan setiap saat.

Dikhutbah kedua ceramah ustadz Sam, dalam intisarinya, Muhasabah diri adalah salah satu amalan yang disebutkan dalam Alquran dan diajarkan oleh Rasulullah. Dalam surah Al Hasyr ayat 18, Allah berfirman;

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Hasyr: 18).

Dengan melakukan muhasabah diri artinya manusia akan membuka hati dan menyadari segala dosanya. Setelah itu, muslim yang taat akan bertaubat dan tak mengulangi kesalahannya. Sebab taubat itu bentuk penyesalan seorang muslim. Sebagaimana dalam hadist, Rasulullah SAW bersabda “Menyesal adalah taubat.” (HR. Ibnu Majah),” Tutup da’i walikota Palembang ini.   (Adipatih)

Editor : Aslam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *