Banda Aceh,mataelangindonesia com- Suasana hangat penuh kebersamaan terasa di Anjong Mon Mata pada Rabu, 15 April 2026. Dalam momentum halal bihalal yang digelar Relawan Mualem Center, berbagai elemen masyarakat, relawan, dan tokoh lembaga berkumpul dalam satu tujuan: mempererat silaturahmi sekaligus meneguhkan komitmen membangun Aceh yang lebih baik.

Di tengah suasana tersebut, hadir Sekretaris Jenderal (Sekjend) DPP Peumulia Bangsa Atjeh, Anwar Efendy. Kehadirannya menjadi simbol dukungan moral sekaligus penguatan sinergi antara relawan dan lembaga sosial dalam mengawal arah pembangunan Aceh ke depan.
Ketua Mualem Center Pusat, Ermiadi Abdurahman, dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga kekompakan dan semangat kebersamaan. Ia mengajak seluruh elemen yang tergabung dalam tim pemenangan untuk tidak berhenti setelah proses politik usai, melainkan terus bergerak mengawal jalannya pemerintahan.

“Perjuangan kita belum selesai. Justru ini adalah awal dari tanggung jawab besar untuk memastikan visi dan misi gubernur terpilih dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh rakyat Aceh,” ujarnya dengan penuh semangat.
Sementara itu, Anwar Efendy dalam keterangannya kepada awak media menyampaikan harapan besar terhadap masa depan Aceh. Ia menegaskan bahwa cita-cita bersama adalah menghadirkan Aceh yang Islami, maju, bermartabat, dan berkelanjutan di bawah kepemimpinan Mualem–Dek Fadh.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada pemerintah semata, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat dan lembaga sosial yang bekerja dengan tulus dan penuh dedikasi.
Ia juga memberikan apresiasi mendalam kepada seluruh Dewan Pimpinan Wilayah Peumulia Bangsa Atjeh di berbagai kabupaten/kota. Dalam kondisi yang tidak selalu mudah, mereka tetap konsisten turun ke lapangan, mengumpulkan data, dan menyuarakan kebutuhan masyarakat hingga ke pelosok.
“Kerja-kerja ini mungkin tidak terlihat, tetapi sangat berarti. Dari sinilah pemerintah bisa memahami apa yang benar-benar dibutuhkan oleh rakyat,” ungkapnya.

Lebih jauh, Anwar menjelaskan bahwa lahirnya Peumulia Bangsa Atjeh bukan sekadar sebagai organisasi, melainkan sebagai gerakan sosial yang berangkat dari semangat gotong royong. Tujuan utamanya adalah untuk menjadi jembatan antara masyarakat dan pemerintah, agar setiap program pembangunan benar-benar tepat sasaran dan memberikan dampak nyata.

Momentum halal bihalal ini pun tidak sekadar menjadi ajang saling memaafkan, tetapi juga menjadi titik penguat komitmen bersama. Harapan besar terpatri, agar sinergi antara relawan, lembaga, dan pemerintah dapat terus terjaga demi terwujudnya Aceh yang lebih sejahtera.

Di balik senyum dan jabat tangan yang terjalin, tersimpan tekad yang sama: menjaga amanah rakyat dan mengawal harapan menuju masa depan Aceh yang lebih gemilang.(TSA)

Editor/admin : Teuku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *