BANDA ACEH. -Sepak;bola bukan hanya tentang prestasi di lapangan, tetapi juga tentang integritas, profesionalisme, dan kepatuhan terhadap regulasi. Pernyataan tegas dari Ketua Asprov APSSI Aceh, Sulaiman ST Kom, mengenai pelaksanaan Pra PORA cabang sepak bola patut diapresiasi sekaligus menjadi refleksi bagi semua pihak yang terlibat. Pesan ini disampaikan melalui WA kepada Cek Mad, Kamis 5 / 6 / 2025.
Romario panggilan sehari harinya menegaskan bahwa pelanggaran aturan, terutama terkait lisensi pelatih dan intervensi dari pihak luar, tidak akan ditoleransi dan akan diproses secara hukum.
Pentingnya Regulasi yang Jelas
Regulasi yang telah ditetapkan oleh Asprov PSSI Aceh dan APSSI bukanlah sekadar formalitas, melainkan fondasi untuk menciptakan kompetisi yang adil dan berkualitas. Lisensi pelatih (kepala pelatih, asisten, hingga pelatih kiper) harus dipatuhi untuk memastikan bahwa tim dibina oleh orang-orang yang kompeten. Jika ada pihak yang memaksakan kehendak atau menggunakan lisensi orang lain, hal itu bukan hanya merusak sportivitas, tetapi juga membahayakan perkembangan pemain dan sepak bola Aceh secara keseluruhan.
Larangan Intervensi Daerah dan Ancaman Hukum
Salah satu poin krusial dalam pernyataan tersebut adalah larangan bagi daerah untuk memaksakan kehendak dalam penentuan pelatih. Intervensi semacam ini seringkali terjadi akibat kepentingan politik atau kelompok, yang justru merugikan proses pembinaan sepak bola. Dengan ancaman hukum bagi pelanggar, APSSI Aceh menunjukkan keseriusannya dalam menegakkan aturan. Ini adalah langkah berani yang patut didukung, karena tanpa penegakan sanksi yang tegas, regulasi hanya akan menjadi tulisan di atas kertas.
Peran APSSI dalam Pengawasan
Komitmen APSSI Aceh untuk memantau setiap pertandingan Pra PORA adalah bentuk nyata dari pengawasan aktif. Hal ini penting untuk mencegah kecurangan, baik yang terkait dengan lisensi pelatih maupun praktik-praktik tidak fair lainnya. Dengan pengawasan ketat, diharapkan kompetisi berjalan murni berdasarkan kemampuan tim dan pelatih, bukan karena manipulasi atau pelanggaran aturan.
Dampak Jangka Panjang bagi Sepak Bola Aceh
Jika semua pihak patuh pada regulasi, sepak bola Aceh akan tumbuh dengan sehat. Pemain akan dilatih oleh pelatih berlisensi yang kompeten, kompetisi berjalan adil, dan bakat-bakat muda dapat berkembang optimal. Sebaliknya, jika pelanggaran terus terjadi, yang rugi adalah masa depan sepak bola Aceh sendiri, karena praktik-praktik tidak profesional hanya akan melahirkan generasi pemain yang kurang terarah.
Pernyataan Ketua APSSI Aceh ini adalah alarm bagi semua pemangku kepentingan sepak bola di Aceh untuk kembali mengutamakan integritas. Regulasi harus dihormati, intervensi pihak luar harus dihentikan, dan sanksi hukum harus benar-benar diterapkan bagi yang melanggar. Hanya dengan cara ini, sepak bola Aceh bisa maju dengan fondasi yang kuat dan berkelanjutan.
Dukung fair play, taati regulasi, dan jaga martabat sepak bola Aceh. (CM)
