Bombana, Sulawesi Tenggara — Ketua Aliansi Kebangsaan Indonesia, Luking SH, mengecam keras sikap arogan yang ditunjukkan oleh salah satu konsultan proyek pembangunan jembatan penghubung di Kecamatan Rumbia, Kabupaten Bombana. Menurutnya, perilaku tidak profesional tersebut telah menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat dan pekerja di lapangan.
Luking menyampaikan bahwa konsultan proyek semestinya menjadi pengawas sekaligus mitra yang menjaga mutu pekerjaan serta menjembatani komunikasi antara kontraktor dan masyarakat. Namun, yang terjadi justru sebaliknya — muncul sikap arogan dan tidak menghargai masukan dari warga maupun pihak pekerja.
> “Kami sangat menyayangkan tindakan arogan dari pihak konsultan proyek. Pembangunan itu seharusnya membawa kesejahteraan dan dikerjakan dengan pendekatan humanis, bukan dengan kesombongan dan ucapan yang merendahkan pihak lain,” tegas Luking SH, Kamis (16/10/2025).
Ia menegaskan bahwa Aliansi Kebangsaan Indonesia akan terus mengawal jalannya proyek-proyek pemerintah agar berjalan sesuai aturan, transparan, dan berpihak kepada masyarakat.
> “Kami mendukung penuh pembangunan infrastruktur di Bombana, tetapi kami tidak bisa membiarkan jika ada oknum yang bertindak semena-mena. Arogansi hanya akan merusak citra pemerintah dan menghambat kepercayaan publik,” tambahnya.
Luking juga meminta agar instansi teknis, terutama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bombana, turun langsung meninjau lapangan serta mengevaluasi kinerja konsultan proyek tersebut.
Menurutnya, pembangunan jembatan penghubung di Rumbia merupakan proyek strategis yang sangat dibutuhkan masyarakat karena memperlancar akses antar-desa dan meningkatkan perekonomian lokal. Namun, prosesnya harus dijalankan dengan profesional, terbuka, dan menghormati semua pihak(luking)
(Red)
