
Opini oleh : Drs,Isa Alima
Banda Aceh,mataelangindonesia.com — Gagasan besar kembali berdenyut dari tanah Serambi Mekkah. Di tengah harapan masyarakat yang tak pernah padam, Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem, mengambil langkah strategis dengan membentuk program Aceh Corporate University (Aceh Corpu) sebagai upaya mencetak Aparatur Sipil Negara (ASN) berkelas dunia.
Langkah ini tidak sekadar kebijakan administratif, melainkan sebuah jalan panjang menuju perubahan wajah birokrasi Aceh lebih profesional, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan publik yang prima.
Dukungan pun mengalir dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari Isa Alima, pemerhati kebijakan publik Aceh yang juga mantan anggota DPRK Pidie. Ia menilai, inisiatif ini merupakan terobosan penting yang patut diapresiasi dan didukung bersama.
“Ini adalah langkah yang sangat baik dan strategis. Kita mendukung penuh terobosan Mualem dalam membentuk Aceh Corpu. Ini bukan hanya tentang pelatihan ASN, tetapi tentang membangun karakter, kapasitas, dan integritas aparatur yang mampu menjawab tantangan zaman,” ujar Isa Alima.
Menurut Inisiator Lembaga Pengkajian Sumber Daya Manusia Aceh (LEPSUDAMA) ini, keberhasilan program ini sangat bergantung pada implementasi yang konsisten dan berkelanjutan. Ia menekankan bahwa Aceh Corpu tidak boleh berhenti sebagai konsep atau seremoni semata, melainkan harus benar-benar dijalankan dengan sistem yang terukur dan berdampak nyata.
“Harapan masyarakat Aceh ke depan sangat besar. Karena itu, langkah bagus ini kiranya dapat diimplementasikan dengan baik, agar mampu menggapai harapan tersebut, khususnya dalam menghadirkan pelayanan prima kepada masyarakat,” lanjutnya.
Dalam pandangan Isa, ASN masa depan bukan hanya dituntut cerdas secara administratif, tetapi juga harus memiliki empati, kecepatan, dan ketepatan dalam melayani. Di situlah Aceh Corpu diharapkan menjadi wadah pembentukan sumber daya manusia unggul yang tidak hanya bekerja, tetapi juga mengabdi dengan hati.
Lebih jauh, ia menilai bahwa transformasi birokrasi melalui pendekatan Corporate University akan membuka ruang kolaborasi, inovasi, serta peningkatan kompetensi ASN secara sistematis dan terarah. Jika dijalankan dengan sungguh-sungguh, Aceh berpeluang melahirkan aparatur yang mampu bersaing di tingkat nasional bahkan global.
Di tengah arus perubahan dunia yang begitu cepat, langkah ini ibarat menyalakan pelita di lorong panjang birokrasi memberi arah, memberi harapan.
Kini, publik menanti. Bukan sekadar janji, tetapi bukti. Bukan hanya konsep, tetapi kerja nyata.
Sebab pada akhirnya, pelayanan prima bukanlah slogan yang diucapkan, melainkan janji yang ditepati dalam senyum petugas, dalam cepatnya pelayanan, dan dalam hadirnya negara di setiap denyut kebutuhan rakyat Aceh.
