IMG-20260715-WA0727

Meureudu mediamataelangindonesia.com . –Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya kembali melakukan penyegaran birokrasi. Bupati Pidie Jaya, H. Sibral Malasyi, MA, S.Sos., M.E., resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan sembilan pejabat administrator di Aula Cot Trieng Kantor Bupati Pidie Jaya, Rabu (15/7/2026) .

Pelantikan yang berlangsung khidmat itu dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta para kepala dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya. Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi Bupati dalam memperkuat tata kelola pemerintahan dan memastikan efektivitas penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah .

Dasar Hukum dan Mekanisme

Prosesi pelantikan tersebut dilaksanakan berdasarkan Keputusan Bupati Pidie Jaya Nomor PEG.800.1.3/40/2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dalam Jabatan Administrator di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya Tahun 2026 yang ditetapkan di Meureudu, 15 Juli 2026 .

Kebijakan ini merupakan tindak lanjut atas rekomendasi Badan Kepegawaian Negara (BKN) Nomor 33159/R-AK.02.03/SD/F.IV/2026 tertanggal 1 Juli 2026, serta hasil rapat Tim Penilai Kinerja Aparatur Sipil Negara Kabupaten Pidie Jaya pada 26 Juni 2026. Secara normatif, seluruh proses telah memenuhi mekanisme yang diatur dalam sistem merit, yakni penempatan aparatur berdasarkan kompetensi, kualifikasi, dan kebutuhan organisasi .

Daftar Pejabat yang Dilantik

Berikut sembilan pejabat yang resmi menduduki jabatan baru :

1. Fadli, S.T. dilantik sebagai Sekretaris Inspektorat Kabupaten Pidie Jaya. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Inspektur Pembantu Khusus pada Inspektorat Kabupaten Pidie Jaya. Posisi baru ini akan mengemban fungsi sentral dalam pengendalian administrasi dan pengawasan internal di lingkungan pemerintah daerah.
2. Onnyzar, S.E. dilantik sebagai Sekretaris Badan Pengelolaan Keuangan Kabupaten Pidie Jaya. Sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bidang Akuntansi pada badan yang sama, Onnyzar kini akan bertanggung jawab memperkuat tata kelola keuangan daerah.
3. Teuku Yulius, S.Sos. dilantik sebagai Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Pidie Jaya. Ia sebelumnya menjabat sebagai Kepala Sekretariat Baitul Mal Kabupaten Pidie Jaya. Perlu diketahui, pada masa kepemimpinannya di Baitul Mal, lembaga tersebut berhasil mengumpulkan zakat dan infak sebesar Rp1,321 miliar pada awal Juni 2024 .
4. Marwani, S.H., M.M. dilantik sebagai Kepala Sekretariat Baitul Mal Kabupaten Pidie Jaya. Ia merupakan satu-satunya pejabat yang memperoleh promosi jabatan dalam rotasi kali ini, sebelumnya menjabat sebagai Analis Pemberdayaan Masyarakat pada Sekretariat Kecamatan Panteraja .
5. Junaidi Hamid, S.Sos.I. dilantik sebagai Sekretaris Dinas Pendidikan Dayah Kabupaten Pidie Jaya. Sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Dinas Syariat Islam Kabupaten Pidie Jaya.
6. Marzuki, S.Ag. dilantik sebagai Sekretaris Dinas Syariat Islam Kabupaten Pidie Jaya. Ia sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bidang Dakwah dan Peribadatan pada Dinas Syariat Islam Kabupaten Pidie Jaya.
7. Muhammad Nur, S.P., M.Si. dilantik sebagai Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Pidie Jaya. Sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bidang Ketahanan Pangan pada dinas yang sama.
8. Marzuni, S.Sos. dilantik sebagai Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong Kabupaten Pidie Jaya. Ia sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bidang Lembaga Kemasyarakatan Gampong dan Lembaga Adat Gampong pada dinas yang sama.
9. Muhammad Ihsan, S.I.P. dilantik sebagai Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Pidie Jaya. Sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan dan Ketahanan Ekonomi, Sosial, Budaya dan Agama pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Pidie Jaya.

Fungsi Strategis Jabatan Sekretaris Perangkat Daerah

Kesembilan pejabat yang dilantik menempati posisi strategis sebagai sekretaris perangkat daerah. Jabatan ini memiliki fungsi sentral dalam mengendalikan administrasi, perencanaan program, pengelolaan anggaran, hingga sinkronisasi kebijakan di masing-masing instansi .

Menurut data yang dihimpun, dari keseluruhan pejabat yang dilantik, hanya satu orang yang memperoleh promosi jabatan, sementara lainnya merupakan bagian dari rotasi dan mutasi internal. Pola tersebut menunjukkan bahwa pemerintah lebih memilih melakukan redistribusi sumber daya aparatur untuk memperkuat organisasi dibanding melakukan perubahan besar melalui promosi massal .

Harapan dan Tantangan ke Depan

Pelantikan ini terjadi di tengah berbagai tuntutan peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan, mulai dari percepatan realisasi program pembangunan, optimalisasi pelayanan publik, hingga peningkatan efektivitas koordinasi antarorganisasi perangkat daerah .

Bupati Pidie Jaya dalam sambutannya menekankan pentingnya kerja cepat, koordinasi lintas sektor, serta integritas dalam menjalankan amanah jabatan. Para pejabat baru diharapkan mampu menghadirkan pelayanan publik yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat .

Pewarta: Cek Mad

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *