TUBAN – Memanfaatkan momentum pergantian tahun 2026, Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (LSM GMBI) Wilayah Teritorial Jawa Timur menggelar Forum Sinergi Antar Elemen Masyarakat, dengan fokus pada penguatan kerja sama dengan praktisi pers dari berbagai media di wilayah Jawa Timur. Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Sekretariat LSM GMBI Wilter Jatim, Jalan Raya Pandanagung, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, dihadiri oleh perwakilan media dari tiga kabupaten prioritas: Tuban, Bojonegoro, dan Lamongan.
Berbeda dengan agenda silaturahmi pada umumnya, acara kali ini dirancang sebagai forum diskursif yang menghadirkan lebih dari 30 perwakilan media, baik dari platform cetak, elektronik, maupun daring. Kehadiran para profesional pers ini tidak hanya sebagai tamu kehormatan, namun juga sebagai mitra strategis yang akan bersama-sama mengawal isu-isu sosial dan kebijakan publik di tahun 2026.
Ketua LSM GMBI Wilter Jawa Timur, Sugeng, S.P., dalam sambutannya menekankan bahwa kerja sama antara LSM dan pers bukan sekadar hubungan teknis, melainkan sebuah komitmen bersama untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat luas. Ia menekankan pentingnya evaluasi bersama terhadap dinamika kemasyarakatan tahun lalu, sebagai landasan untuk menyusun peta kerja yang lebih terarah.
“Kami mengucapkan terima kasih yang mendalam kepada rekan-rekan pers yang telah menyempatkan waktu untuk hadir di tengah kesibukan awal tahun. Kolaborasi kita bukan hanya tentang penyampaian informasi, melainkan tentang bagaimana kita bersama-sama membangun narasi publik yang berpihak pada rakyat bawah,” ujar Sugeng.
Dalam paparan selanjutnya, Sugeng menjelaskan bahwa tahun 2026 akan menjadi tahap krusial dengan berbagai tantangan sosial yang perlu diperhatikan, mulai dari isu ketenagakerjaan, ketahanan pangan, hingga akses layanan publik di daerah pedesaan. Menurutnya, sinergitas antara aktivis dan jurnalis akan menjadi kunci dalam memastikan kebijakan pemerintah berjalan sesuai dengan harapan masyarakat.
“Kita perlu membangun kolaborasi yang lebih solid, di mana data dan informasi yang kita kumpulkan dapat menjadi dasar untuk aksi nyata yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tambahnya.
Salah satu perwakilan media yang memberikan tanggapan adalah Biyanto, Kaperwil Jawa Timur media daring mataelangindonesia.com sesi dialog yang hangat, ia menyampaikan apresiasi atas inisiatif yang digagas LSM GMBI, yang menurutnya merupakan langkah progresif dalam membangun komunikasi dua arah yang produktif.
“Keterbukaan yang ditunjukkan oleh GMBI adalah contoh yang baik bagi organisasi lain. Pers bukan hanya sebagai saluran informasi, melainkan mitra yang memiliki peran penting dalam pengawasan sosial. Kami berharap model kerja sama ini dapat menjadi standar dalam menjalin hubungan antara organisasi masyarakat dan profesi pers, sehingga hambatan akses informasi di lapangan dapat diminimalkan,” jelas Bianto pada hari Kamis (1/1/2026).
Acara yang diisi dengan diskusi mendalam mengenai proyeksi isu-isu utama yang akan menjadi fokus pengawasan di tahun 2026 ini diakhiri dengan penandatanganan nota kesepahaman kerjasama antara LSM GMBI Wilter Jatim dengan beberapa media yang hadir. Dilanjutkan dengan doa bersama yang sarat dengan harapan agar kerja sama yang terjalin dapat membawa perubahan positif bagi kemajuan daerah Jawa Timur dan kesejahteraan masyarakatnya.
