PIDIE JAYA mataelangindonesia.com – Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya memasuki babak baru dalam percepatan pemulihan pascabencana hidrometeorologi dengan menggelar Sosialisasi Verifikasi dan Validasi Calon Penerima Bantuan Jaminan Hidup (Jadup) serta Stimulan Ekonomi. Kegiatan yang berlangsung di Aula Cot Trieng III, Kantor Bupati Pidie Jaya, Rabu (7/5/2026) ini dipimpin langsung oleh Bupati H. Sibral Malasyi MA, S.Sos, ME dan Wakil Bupati Hasan Basri, ST.MM.
Langkah ini menjadi titik kritis dalam memastikan bahwa seluruh bantuan pemulihan benar-benar menyentuh masyarakat terdampak secara adil, akurat, transparan, dan bebas dari segala bentuk penyimpangan data.
Bupati: Verifikasi Lapangan Harga Mati
Dalam sambutannya, Bupati Sibral Malasyi menegaskan bahwa validitas data merupakan faktor utama yang menentukan keberhasilan penyaluran bantuan. Ia menginstruksikan seluruh tim verifikasi dan validasi tahap II untuk bekerja profesional, objektif, dan wajib turun langsung ke lapangan.

“Saya tidak terima ada permainan data, penerima fiktif, apalagi bantuan yang tumpang tindih. Seluruh tim harus bekerja sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab. Bantuan ini harus tepat sasaran dan dirasakan langsung oleh masyarakat paling membutuhkan. Jangan sampai warga layak terlewat, atau justru data dimanipulasi,” tegas Bupati dengan nada keras penuh ketegasan.
Ia juga menekankan pentingnya koordinasi intensif dengan aparatur gampong, perangkat desa, hingga tokoh masyarakat. Menurutnya, pendataan yang cepat namun teliti adalah kunci agar masyarakat terdampak segera mendapatkan harapan baru untuk bangkit dari keterpurukan.
Wakil Bupati: Kejujuran adalah Harga Mati
Senada dengan Bupati, Wakil Bupati Hasan Basri menambahkan bahwa proses verifikasi yang ketat merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kepercayaan publik sekaligus akuntabilitas anggaran.
“Kita ingin bantuan ini benar-benar berdampak pada pemulihan ekonomi masyarakat, terutama pelaku usaha kecil dan keluarga terdampak. Karena itu, kejujuran dan ketelitian dalam pendataan adalah harga mati. Saya berharap semua unsur yang terlibat menjaga integritas dan amanah,” ujar Wakil Bupati.
Penguatan Lintas Sektor dan Pengawasan Langsung
Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya tidak hanya berhenti pada sosialisasi. Mereka terus mempercepat penanganan pascabencana melalui tiga strategi utama:
1. Penguatan koordinasi lintas sektor antara pemerintah, aparatur desa, dan tokoh masyarakat.
2. Validasi data berbasis lapangan untuk memastikan kondisi riil masyarakat.
3. Pengawasan langsung di setiap tahap penyaluran agar bantuan berjalan cepat, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata.
Dengan langkah-langkah ini, Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya optimistis bahwa bantuan Jadup dan Stimulan Ekonomi tidak hanya akan meringankan beban masyarakat, tetapi juga menjadi lokomotif kebangkitan ekonomi warga pascabencana.
(CM/Sumber: Prokopim/Yuni)
Editor/admin : Teuku
