Mediamataelangindonesia.com-Wilayah Pulau Weh

SABANG – Aula lantai 1 Kantor Walikota Sabang pada hari ini menjadi saksi terselenggaranya kegiatan penting bertajuk “Pendidikan dan Pemahaman Etika serta Budaya dalam Berpolitik, serta Pentingnya Partisipasi Masyarakat dalam Menjaga Demokrasi”. Kegiatan ini digagas oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Aceh bekerjasama dengan Kesbangpol Kota Sabang, dengan menghadirkan ratusan peserta dari kalangan siswa-siswi SMA sederajat, santri Pesantren Cot Damar, serta Dayah Bate Shoek.

Acara yang berlangsung khidmat sekaligus penuh semangat ini menghadirkan narasumber berpengalaman, yaitu A. YANI, Bapak FATAH, dan Ibu ELY, dengan Bapak REZY bertindak sebagai moderator. Kehadiran para pemateri memberikan warna tersendiri, karena bukan hanya menyampaikan teori, melainkan juga memberikan contoh nyata bagaimana etika dan budaya politik harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di kalangan generasi muda.

Dalam pemaparannya, para narasumber menegaskan bahwa politik bukanlah sesuatu yang harus ditakuti atau dihindari, melainkan sebuah wadah untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat secara bermartabat. Etika politik menjadi fondasi utama agar demokrasi berjalan sehat, sementara budaya politik yang santun menjadi penopang terciptanya harmoni dalam masyarakat.

“Demokrasi tidak hanya sebatas hak memilih dan dipilih, tetapi juga keterlibatan aktif dalam mengawasi kebijakan, menyampaikan kritik yang membangun, serta ikut menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” tegas salah seorang narasumber dalam paparannya.

Para peserta tampak antusias mengikuti jalannya kegiatan. Banyak di antara siswa dan santri yang mengajukan pertanyaan kritis seputar praktik politik di lapangan, termasuk tantangan generasi muda dalam menghadapi arus informasi digital dan media sosial yang kerap dimanfaatkan untuk kepentingan politik praktis.

Melalui kegiatan ini, Kesbangpol Provinsi Aceh dan Kota Sabang berharap lahir generasi muda Sabang yang berwawasan luas, kritis, namun tetap menjunjung tinggi etika serta budaya politik yang santun. Mereka dipersiapkan bukan hanya sebagai pemilih yang cerdas, tetapi juga calon pemimpin masa depan yang mampu menjaga nilai-nilai demokrasi dengan penuh tanggung jawab.

Kegiatan pendidikan politik semacam ini juga menjadi bukti nyata bahwa negara hadir untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan kesadaran politik sejak dini. Dengan pemahaman yang benar, masyarakat—khususnya generasi muda—tidak mudah terjebak dalam politik uang, hoaks, atau polarisasi yang dapat merusak tatanan demokrasi.

Acara ini ditutup dengan pesan kuat bahwa demokrasi adalah milik bersama. Setiap warga negara, tanpa terkecuali, memiliki peran dalam menjaga dan merawatnya. Dari pelajar, santri, hingga tokoh masyarakat, semua memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan bahwa politik di Indonesia berjalan dengan beretika, berbudaya, dan menjunjung tinggi kepentingan rakyat.

#Demikian Pantauan Media Mata Elang Indonesia Com Wilayah Sabang (Eric Karno)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *