IMG-20260821-WA0876

PENDREH,Mediamataelangindonesia.com- Panitia Wara Desa Pendreh menegaskan bahwa pelaksanaan Wara di Desa Pendreh merupakan bagian dari ritual adat yang dipersiapkan secara matang dan dilaksanakan dengan semangat gotong royong masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan panitia Wara Desa Pendreh menyikapi informasi yang beredar di pemberitaan yang menyebut adanya dugaan kegiatan sabung ayam dan gurak dalam rangkaian persiapan Wara.itu tidak benar ada nya.

“Yang datang memang banyak, tetapi mereka adalah warga yang membantu kami bergotong royong
kami cuma melakukan persiapan. Mungkin ada warga yang memberikan informasi kepada awak media tidak melihat secara pasti kegiatan kami di lokasi. Karena melihat banyak orang, kemudian muncul dugaan bahwa kami sedang melakukan kegiatan sabung ayam. Padahal kami sedang mempersiapkan lokasi Riek Liau,” ujar salah seorang panitia Wara Desa Pendreh, Poster.

Menurutnya, masyarakat Desa Pendreh memang memiliki tradisi gotong royong yang kuat. Karena itu, banyaknya warga yang berada di lokasi tidak dapat langsung diartikan sebagai adanya kegiatan lain di luar persiapan ritual adat.

“Wara di Desa Pendreh murni ritual adat. Persiapan dan perlengkapannya juga sudah kami lakukan dengan matang. Apa yang harus kami hentikan? Kami belum membuka Riek,” tegas Poster.

Panitia juga membantah informasi yang menyebut adanya kegiatan sabung ayam. Mereka menilai informasi tersebut tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.

Berdasarkan pantauan awak media, tidak ditemukan kegiatan ritual Riek Liau maupun kegiatan sejenis lainnya di Desa Pendreh pada saat persiapan tersebut. Pelaksanaan Riek Liau di Desa Pendreh disebut akan dimulai pada 24 Agustus 2026, ujar Nada, salah seorang pihak yang turut memberikan keterangan.

Panitia Wara Desa Pendreh berharap setiap informasi yang berkaitan dengan kegiatan adat dapat dikonfirmasi terlebih dahulu kepada pihak yang berkepentingan sebelum diberitakan.

“Kami meminta media, melakukan konfirmasi terlebih dahulu sebelum penayangan berita agar pemberitaan berimbang dan tidak menimbulkan perpecahan di masyarakat,” ujar Poster kepada awak media Mata mata elang indonesia

Panitia menegaskan bahwa masyarakat Desa Pendreh terbuka terhadap pemberitaan, namun berharap informasi mengenai kegiatan adat disampaikan berdasarkan fakta dan hasil konfirmasi langsung di lapangan.

kami keluarga besar almarhum radiao mengundang warga Dayak di berito Utara.agar bisa hadir pembukaan ritual wara dan basiwah di desa pendreh tanggal 24 Agustus 2026 undangan terbuka.
ujar poter ke tim media

Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *