
JAKARTA,mataelangindonesia com– Di tengah lautan aktivitas bisnis yang tak pernah berhenti, seorang tokoh industri logistik nasional siap menghadapi ujian akademik paling penting dalam karirnya. Ismail Rasyid, CEO PT Trans Continent, akan menjalani ujian terbuka program doktoral Manajemen di Institut Transportasi dan Logistik Trisakti pada pekan ini, sebuah tonggak sejarah yang membuktikan bahwa kepemimpinan kelas dunia harus ditopang oleh kedalaman keilmuan.
Ujian yang akan digelar di kampus yang dikenal sebagai pusat unggulan transportasi dan logistik nasional ini bukan sekadar ritual formal. Ini adalah puncak dari perjalanan intelektual yang ditempuh selama bertahun-tahun, dijalankan secara paralel dengan tanggung jawab memimpin perusahaan freight forwarding berskala internasional yang mengelola aliran barang lintas benua.
“Dunia industri tidak bisa lagi bergantung pada pengalaman semata. Di era persaingan global yang kompleks, kepemimpinan harus didukung oleh kerangka pemikiran yang kuat dan metodologi ilmiah,” ujar Ismail Rasyid dalam wawancara pers jelang ujian.
Perjalanan ini mencerminkan transformasi paradigma kepemimpinan di Indonesia. Ismail Rasyid adalah salah satu figur yang membuktikan bahwa seorang pengusaha sukses tak perlu memilih antara dunia praktik dan akademik, justru keduanya harus saling melengkapi. Dalam kesehariannya, ia bergerak dengan lancar antara negosiasi kontrak internasional dan analisis model riset ilmiah yang menjadi landasan disertasinya.
Jika berhasil melewati tahap ini, Ismail Rasyid akan resmi menyandang gelar doktor, sebuah prestasi yang tidak hanya menghiasi karir pribadi, tetapi juga menjadi bukti konkrit bahwa semangat belajar tak mengenal batasan usia, jabatan, maupun kesibukan. Di ruang sidang ujian terbuka, bukan hanya kualitas disertasi yang diuji, melainkan juga ketekunan dan komitmen untuk membawa nilai ilmu pengetahuan ke dalam praktik industri yang sesungguhnya.
“Ilmu yang tidak diaplikasikan adalah sia-sia. Saya berharap capaian ini bisa menjadi dasar untuk mengembangkan praktik bisnis yang lebih baik, efisien, dan berdampak positif bagi perkembangan industri logistik nasional,” tandasnya.
(Isa A5)
Editor/admin : Teuku
