IMG-20251130-WA0007

Aceh||matelangindonesia.com – Gelombang duka yang menyelimuti Aceh setelah banjir bandang tidak dibiarkan mengendap terlalu lama. Pemerhati Kebijakan Publik Aceh, Drs. M. Isa Alima, mengapresiasi langkah cepat dan tegas Presiden Prabowo Subianto yang langsung mengerahkan tiga petinggi negara untuk turun ke Aceh meninjau kondisi dan memastikan penanganan berjalan maksimal. Minggu(30/1/2026).

Mereka adalah:

– Tito Karnavian — Menteri Dalam Negeri (Mendagri)
– Sjafrie Sjamsoeddin — Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI)
– Agus Subiyanto — Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI)

Ketiganya ditugaskan langsung untuk melihat keadaan di lapangan, memperkuat koordinasi, serta menilai kebutuhan strategis yang harus segera dipenuhi pemerintah pusat bagi daerah terdampak.

Gubernur Aceh Muzakir Manaf “Mulem” Dinilai Sigap Mengontak Pemerintah Pusat

Isa Alima juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mulem), yang bergerak cepat menghubungi pemerintah pusat segera setelah situasi darurat teridentifikasi. Mulem meminta dukungan armada udara “burung besi” untuk menyalurkan bantuan ke daerah-daerah yang aksesnya terputus total.

“Langkah Gubernur Aceh sangat tepat. Dalam situasi genting, waktu adalah nyawa. Permintaan bantuan udara ini menunjukkan keberpihakan nyata kepada rakyat di lapangan,” ungkap Isa Alima.

Permintaan tersebut mendapat respon cepat dan positif dari Presiden Prabowo. Tak menunggu lama, pesawat angkut dan helikopter dikerahkan untuk menyuplai logistik, obat-obatan, serta bantuan darurat lainnya ke titik-titik yang tak bisa ditembus jalur darat.

Bantuan Kemanusiaan Mengalir, Pemerintah Pusat Bergerak Serentak

Dalam kesempatan itu, Isa Alima menegaskan bahwa pengerahan tiga pejabat tinggi negara sekaligus merupakan sinyal kuat bahwa negara hadir penuh dalam krisis kemanusiaan ini.

“Presiden tidak hanya mengirim bantuan. Beliau mengirim kehadiran negara lewat tiga tokoh penting. Ini bukan langkah administratif, ini langkah yang lahir dari rasa tanggung jawab besar,” ujar Isa Alima.

Bantuan yang dikirim pemerintah pusat meliputi:

– Pangan siap saji dan kebutuhan pokok
– Selimut dan perlengkapan pengungsian
– Obat-obatan dan tenaga kesehatan
– Peralatan evakuasi dan armada tambahan
– Dukungan TNI untuk membuka akses jalan dan jembatan sementara

Harapan Baru di Tengah Luka Aceh

Isa Alima menekankan bahwa kehadiran tiga petinggi negara ini bukan sekadar kunjungan simbolis. Ini adalah bentuk kolaborasi nyata pusat dan daerah, serta tindak lanjut dari komunikasi cepat Gubernur Muzakir Manaf yang langsung mengangkat telepon di saat warga Aceh menjerit kesulitan.

“Aceh sedang terluka, tetapi kita melihat harapan menyala lagi ketika pemimpin pusat dan daerah bergerak dalam irama yang sama: menyelamatkan rakyat,” kata Isa Alima dengan nada haru.

Ia menutup pernyataannya dengan mengajak seluruh elemen masyarakat mempererat solidaritas.

“Bencana memisahkan tanah, tetapi menyatukan hati. Aceh tidak sendiri. Negara ada, rakyat ada, dan kita akan bangkit bersama,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *