Nagan Raya Aceh,mataelangindonesia.com-Mencuatnya dugaan menggunakan aset Kabupaten Nagan Raya di kecamatan Seunagan Timur Desa Tuwi meulisong dan kandeh kembali hangat dikalangan beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat.

‎Lembaga LPLHI-KLHI, akan menggandengkan media Nasional sebagai media publikasi setiap tahapan kajian terhadap isu menggunakan aset Daerah kuat dugaan kepemilikan lahan tersebut adalah pejabat tertinggi, dan pejabat Kecamatan di Nagan Raya.

‎Lembaga tersebut berkolaborasi untuk melakukan Investigasi lapangan dan memastikan kebenaran berdasarkan data yang tersedia baik data primer maupun data sekunder.

‎Ketua LPLHI-KLHI Ibnu Hakim,. M.P mengatakan Tim investigasi kita undang dari berbagai lembaga yang akan melakukan obrservasi lapangan untuk mengumpulkan data terkait adanya isu dugaan penguasahaan lahan berkedok kelompok Tani untuk membuka lahan pekebunan yang di duga milik pejabat tinggi Nagan Raya dan pejabat Kecamatan Seunagan Timur 12/04/2026.

‎Ia juga mengatakan untuk melengkapi data kongkrit isu tersebut mereka juga akan mendatangkan Tenaga Ahli masing masing sesuai tupoksi lembaga baik lembaga bantuan hukum maupun lingkungan “Lanjutnya”

‎Mereka juga akan meminta pedampingan dari berbagai SKPK terkait supaya data yang dikumpulkan di lapangan lebih komprehensif dan terjaga akuntabilitasnya, sehingga mendapatkan output yang maksimal adapun dinas terkait tersebut adalah , Dinas Perkebunan dan Kehutanan, Serta Pihak kepolisian “katanya”

‎Kajian tersebut bertujuan untuk mengetahui jumlah dan jenis aset yang digunakan untuk membuka lahan baru dan mengetahui status kepemilikan lahan dibalik kelompok tani.

‎Merumuskan masalah dengan memastikan apakah benar lahan tersebut sudah digarap ? apa saja aset daerah yang digunakan untuk menggarap lahan tersebut ? benar lahan tersebut milik pejabat serta memastikan apakah Lahan tersebut termasuk objek sengketa baik dengan masyarakat, HGU perusahaan atau hutan Produksi, ” tutupnya”

‎Setelah komfirmasi ke instansi terkait pihak Dinas Perkebunan dan kehutanan seakan alergi dengan awak media, setelah dihubungi lewat telepon bisa berjumpa.
‎Alih alih berjumpa bahkan saat tim Lipsus sampai didepan kantor dihubungi kembali pak kadis mengarahkan untuk menghadap dengan staffnya seolah menghindar. Sampai berita ini diterbitkan belum ada komfirmasi dari Pejabat Kecamatan dan dan pejabat kedua Desa tersebut.

‎penulis            : Ibnu Amin

Editor/admin : Teuku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *