IMG-20261009-WA0123

BANDUNG, Mataelangindonesia– Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung berhasil menyelesaikan perbaikan alat pemberi isyarat lalu lintas (APILL) di enam persimpangan yang sebelumnya mengalami gangguan akibat pencurian komponen. Proses perbaikan tersebut diselesaikan dalam waktu kurang dari satu minggu.

Enam persimpangan yang terdampak meliputi Simpang Pungkur–Inggit Ganarsih, Simpang BKR–M. Toha (PT Inti), Simpang Veteran–Sunda, Simpang Pagarsih–Astana Anyar, Simpang Tamblong–Naripan, serta Simpang BKR–M. Ramdan (Patung Ikan).

Percepatan perbaikan dilakukan untuk memulihkan fungsi fasilitas lalu lintas sekaligus mendukung keselamatan dan kelancaran pengguna jalan di Kota Bandung.

Dalam pelaksanaannya, Dishub Kota Bandung membentuk tiga tim yang bertugas menelusuri dan memperbaiki kabel menuju lampu lalu lintas, menyiapkan perangkat serta komponen pengganti, dan melakukan pemasangan kembali perangkat yang dibutuhkan.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Rasdian Setiadi, melalui keterangan resminya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat gangguan tersebut.

Sementara itu, terduga pelaku pencurian dilaporkan telah diamankan oleh teknisi APILL bersama pihak kepolisian dan sedang menjalani proses penyidikan di Polrestabes Bandung.

Pengamanan Perangkat APILL Diperketat
Selain menyelesaikan perbaikan, Dishub Kota Bandung juga memperkuat sistem pengamanan perangkat APILL untuk mencegah terulangnya pencurian komponen yang dapat mengganggu fungsi lampu lalu lintas.

Berdasarkan pantauan Humas Kota Bandung pada Jumat (9/10/2026), sejumlah petugas Dishub Kota Bandung terlihat melakukan perbaikan di persimpangan Jalan Sudirman–Kelenteng, kawasan Cibadak.

Operator ATCS Kota Bandung, Abdullah Putra Gandara, yang akrab disapa Aga, menjelaskan bahwa penguatan pengamanan dilakukan dengan menambahkan perlindungan pada boks perangkat dan bagian tiang lampu lalu lintas.

“Untuk boks yang sebelumnya pengamanannya kurang memadai, kami menggunakan gembok. Ke depannya, boks tersebut juga akan dilindungi dengan kerangkeng,” jelas Aga.

Adapun bagian tiang yang sebelumnya dapat dibuka menggunakan baut akan dilas untuk meningkatkan keamanan dan mempersulit akses terhadap komponen di dalamnya.

Menurut Aga, selama satu minggu terakhir, Dishub Kota Bandung juga telah melakukan pemulihan terhadap enam persimpangan yang terdampak pencurian.

Proses tersebut meliputi penelusuran kabel, penyiapan perangkat seperti CPU, wiring, dan controller, hingga pemasangan kembali komponen agar lampu lalu lintas dapat kembali berfungsi.

Aduan Masyarakat Jadi Dasar Penanganan Gangguan
Di luar penanganan gangguan akibat pencurian, Dishub Kota Bandung juga secara rutin melakukan perbaikan APILL berdasarkan laporan masyarakat.

Aga menjelaskan, gangguan ringan, seperti permasalahan jaringan kelistrikan, dapat ditangani dalam waktu 1 x 24 jam, bergantung pada kondisi kerusakan dan kebutuhan penanganannya.

Salah satu contohnya adalah gangguan lampu lalu lintas di kawasan Sudirman–Kelenteng yang diduga berkaitan dengan suplai listrik dari jaringan PLN menuju boks perangkat. Perbaikan dilakukan setelah adanya laporan dari masyarakat.

Warga yang menemukan gangguan pada lampu lalu lintas dapat menyampaikan laporan melalui media sosial ATCS Kota Bandung atau akun resmi Dinas Perhubungan Kota Bandung.

Aga juga mengimbau masyarakat untuk turut menjaga fasilitas keselamatan lalu lintas dengan melaporkan aktivitas mencurigakan di sekitar perangkat APILL.

“Apabila ada orang tidak dikenal yang sedang mengutak-atik perangkat atau mengambil komponen lampu lalu lintas, masyarakat bisa langsung melaporkannya melalui media sosial kami atau Call Center Bandung Siaga 112,” harapnya.

Ia menegaskan bahwa APILL merupakan fasilitas penting untuk mendukung keselamatan dan kelancaran lalu lintas. Oleh karena itu, pemeliharaan dan perlindungan perangkat tersebut membutuhkan keterlibatan bersama antara pemerintah dan masyarakat.

Dengan perbaikan yang telah dilakukan serta penguatan sistem pengamanan, diharapkan fungsi lampu lalu lintas di Kota Bandung dapat terus terjaga sehingga memberikan rasa aman bagi seluruh pengguna jalan.

(Riani)
Kepala Diskominfo kota Bandung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *