IMG-20261008-WA0128

BANDUNG, Mataelangindonesia.com– Telkom University (Tel-U) resmi melantik 26 mahasiswa Fakultas Kedokteran sebagai bagian dari langkah awal menyiapkan dokter masa depan yang mampu memadukan ilmu medis dan teknologi.

Pelantikan berlangsung di Auditorium Gedung Damar Tel-U, Bandung, Rabu (7/10/2026), mengusung tema “Transformasi Peradaban Kesehatan: Mengintegrasikan Keunggulan Teknologi dan Pendidikan Kedokteran Modern untuk Indonesia Maju.”

Sebanyak 26 mahasiswa tersebut akan menjalani pendidikan kedokteran dengan pendekatan yang mengintegrasikan ilmu kesehatan dan perkembangan teknologi. Dari jumlah itu, 25 mahasiswa merupakan penerima Beasiswa Pintar, sementara satu mahasiswa, Akhdan Kamillan Athallah, menerima Beasiswa Unggulan dengan dukungan biaya pendidikan hingga lulus.

Program beasiswa tersebut menjadi bagian dari komitmen Tel-U dalam memperluas akses pendidikan kedokteran bagi putra-putri terbaik bangsa.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Prof. Brian Yuliarto, Ph.D., yang hadir secara daring, menyampaikan bahwa kehadiran Fakultas Kedokteran Tel-U merupakan bentuk tanggung jawab dalam mencetak tenaga dokter yang tidak hanya memiliki kompetensi dan integritas, tetapi juga kepedulian terhadap kebutuhan kesehatan masyarakat.

Sementara itu, Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi RI, Prof. Dr. med. Setiawan, dr., AIFM., yang mewakili Menteri secara luring, menilai lulusan dokter Tel-U memiliki peluang keunggulan kompetitif melalui penguasaan dan pemanfaatan teknologi modern dalam bidang medis.

Rektor Tel-U, Prof. Dr. Suyanto, atau yang akrab disapa Prof. Suo, mengatakan hadirnya Fakultas Kedokteran merupakan hasil perjalanan panjang Tel-U yang dibangun melalui kolaborasi dan komitmen untuk menghadirkan ekosistem pendidikan kedokteran yang mengintegrasikan ilmu medis dengan teknologi.

Hal senada disampaikan Kepala LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat dan Banten, Dr. Lukman, S.T., M.Hum. Ia menekankan pentingnya kesiapan yang matang dalam penyelenggaraan pendidikan kedokteran, mulai dari dukungan pendanaan hingga ketersediaan sumber daya manusia.

Menurutnya, tantangan terbesar justru berada pada keberlanjutan proses tersebut agar komitmen dan kerja keras yang telah dibangun dapat terus dipertahankan.

Dokter Masa Depan Harus Melek Teknologi

Fakultas Kedokteran Tel-U diarahkan untuk mempersiapkan generasi dokter yang tidak hanya memiliki kompetensi klinis, tetapi juga mampu mengikuti perkembangan teknologi kesehatan.

Pendekatan pendidikan tersebut mencakup pemanfaatan Human-AI, kecerdasan buatan (artificial intelligence), predictive medicine, hingga precision medicine. Meski demikian, perkembangan teknologi tetap diarahkan tanpa menghilangkan sisi humanis dalam pelayanan kesehatan.

Rangkaian kegiatan pelantikan kemudian dilanjutkan dengan prosesi pelantikan mahasiswa, pembacaan janji mahasiswa, serta penyerahan jas almamater dengan tiga nilai utama Tel-U, yakni Harmony in Holistic Life, Excellence in Empathy and Ethics, serta Integrity in Interdependence.

Para mahasiswa juga mendapatkan Telutizen Student Card serta dukungan fasilitas pendidikan berupa akomodasi asrama dan gadget sebagai penunjang proses pembelajaran.

Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah mitra pendidikan dan layanan kesehatan, termasuk perwakilan perguruan tinggi, pemerintah daerah, rumah sakit, dan puskesmas.

Pelantikan ini menjadi langkah awal perjalanan 26 mahasiswa untuk menempuh pendidikan kedokteran sekaligus menjawab tantangan baru dunia kesehatan—ketika kemampuan medis harus berjalan beriringan dengan kemajuan teknologi, tanpa kehilangan empati kepada manusia.

(Riani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *