Sabang – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sabang kembali menegaskan komitmennya dalam melestarikan dan mengembangkan kekayaan budaya lokal dengan menggelar Eksibisi Seni Budaya Nusantara 2025. Kegiatan ini akan berlangsung selama dua hari, mulai tanggal 11 hingga 12 Mei 2025, berpusat di Tugu Merah Putih Park, Sabang.
Eksibisi ini melibatkan beragam elemen kebudayaan, mulai dari sanggar seni sekolah, komunitas budaya masyarakat, hingga grup band milenial yang turut memeriahkan suasana. Selama dua hari penuh, para pelaku seni diberi ruang untuk mengekspresikan kreativitas mereka melalui pertunjukan tari tradisional, musik etnik, hingga ragam sajian seni kontemporer yang mengangkat nilai-nilai budaya Nusantara.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sabang, melalui Kepala Bidang Kebudayaan, Ramlan Yahya, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi kebudayaan daerah untuk menghidupkan kembali ruang-ruang ekspresi seni, khususnya bagi generasi muda dan komunitas seni lokal.
“Kegiatan ini bukan sekadar ajang hiburan, melainkan bentuk nyata apresiasi terhadap dedikasi para seniman dan komunitas budaya di Sabang. Lewat eksibisi ini, kami mendorong kolaborasi lintas generasi dan lintas kelompok seni demi memperkuat identitas budaya daerah,” ujar Ramlan Yahya.
Ia juga menekankan bahwa partisipasi aktif sekolah dan masyarakat menjadi indikator positif bahwa budaya lokal tetap hidup dan berkembang, bahkan di tengah arus modernisasi.
Antusiasme masyarakat Sabang terlihat begitu tinggi. Sejak pagi hingga malam, Tugu Merah Putih Park dipadati pengunjung yang akan datang untuk menikmati berbagai penampilan seni yang disuguhkan secara bergilir oleh para peserta. Suasana penuh semangat, warna-warni budaya, dan semarak kebersamaan terasa nyata di setiap sudut arena kegiatan.
Eksibisi Seni Budaya Nusantara 2025 ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin tahunan di Kota Sabang. Selain sebagai panggung apresiasi seni, kegiatan ini juga diharapkan mampu menjadi daya tarik wisata budaya yang memperkuat citra Sabang sebagai kota kepulauan yang tak hanya memesona secara alam, tetapi juga kaya akan nilai budaya yang hidup dan dinamis.
Demikian Laporan Mei Sabang-Kabiro (MJ Eric Novi Karno)
