TimePhoto_20251004_110856

Tuban || mataelang.com – Kota Tuban yang menjadi icon kota wali justru ternodai dengan aksi para penguasa yang seakan-akan kebal hukum dengan Maraknya tambang galian C yang diduga ilegal atau tak berjin resmi, namun miris para APH dan penguasa dengan santainya tutp mata sebelah oleh aduan dan penemuan awak media dilapangan.

Seperti halnya tambang galian C di Dusun Gunungtriman Desa Montongsekar Kecamatan Montong, saat kami hendak meliput dan sesampai di pintu masuk area tambang malah kita dihadang oleh oknum Pekerja Tambang dengan berkata yang yang kasar yang tak seharusnya dia katakan. Minggu(5/10/2025).

” Buat apa foto-foto, kalau mintamu uang kalau kamu menfoto gak akan saya kasih”, ucap seorang oknum pekerja tambang yang diduga milik S.

” maaf mas, saya mau meliput ke pak donny, bukan meminta uang”, ucap reporter media mata elang.
Saat kami hendak masuk , kami tetap dihadang dan dikhawatirkan terjadi apa-apa, kami langsung meninggalkan tempat tersebut.

Insiden ini terjadi saat kami tengah meliput aktivitas pintu masuk tambang yang menjadi jalan lalu lalang kendaraan pengangkut hasil tambang pasir silica yang ditengarai tidak memiliki izin resmi. Alih-alih mendapatkan ruang untuk menjalankan tugas jurnalistik sebagaimana dijamin Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999, ia justru mendapat ancaman dari pihak yang diduga pekerja tambang.

Seolah-olah ini sudah hal biasa terjadi di Tuban tambang Galian C, yang dibiarkan begitu saja setelah tambang selesai tanpa ada tanggung jawab untuk reklamasi lahan hutan yang gundul atau yang sudah dirusak, justru hal semacam ini sangat meresahkan atau merugikan masyarakat, malah kita terancam kelestarian anak cucu kita dimasa mendatang, kalau ini dibiarkan malah musibah dan musibah yang akan terus melanda negeri kita ini.

Hasil alam yang melimpah dinegeri kita ini, eloknya dikelola oleh negara senderi tidak dikelola oleh penguasa atau kapitalis, karena mereka hanya adu membesarkan perutnya sendiri tanpa pikir panjang tuk masa depan anak cucu di negara Indonesia, dan mereka hanya menjadi benalu dan ujung-ujunya merugikan negara saja.

Padahal, belum lama ini Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan instruksi kepada seluruh jajaran kepolisian agar melindungi wartawan yang sedang menjalankan tugas sosial maupun peliputan peristiwa untuk kepentingan masyarakat.

Namun pernyataan itu hanya serasa angin lewat saja, justru kegiatan galian C di Tuban semakin ugal-ugalan dan tak terkendali dan dirasa menjadi aji mumpung bagi APH.

semoga para AHP hati nuraninya teketuk tuk berempati dan menjalankan tugasnya sebaik mungkin tanpa tebang pilih serta tidak melanggar ketentuan yang berlaku.

Sampai berita ini ditayangkan belum ada klarifikasi.

Reporter : Moh.Subiyanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *