WhatsApp Image 2025-07-19 at 17.55.53

*Oleh: Muhammad M. Piah (CM)*
(Wakil Ketua Bidang Media & Penggalangan Opini DPD II Partai Golkar Pidie Jaya)

*1. Dukungan atas Kebijakan DPP, tapi…*
Saya sepenuhnya mendukung keputusan *DPP Partai Golkar* memperpanjang masa jabatan Bapak TM Nurlif. Langkah ini bijaksana guna mencegah vakum kepemimpinan di tengah ketidakpastian jadwal Musda XII. Namun, sebagai kader akar rumput, saya menegaskan bahwa *perpanjangan ini tidak boleh menjadi preseden bagi stagnasi regenerasi*. Partai perlu belajar: penundaan Musda yang berulang merusak ritme demokrasi internal.

*2. Penundaan Musda XII: Cermin Ketidaksiapan Kaderisasi*
Fakta bahwa Musda XII Aceh (yang seharusnya digelar Juni 2025) masih “mengambang” hingga pertengahan Juli 2025 adalah *alarm bagi sistem kaderisasi kami. Jika alasan penundaan adalah administratif (seperti kelengkapan berkas kader), maka ini membuktikan **lemahnya sinergi antara DPP dengan struktur daerah*. Saya mendesak DPP segera memutuskan jadwal konkret dan memastikan pendampingan teknis kepada Panitia Musda.

*3. Pilihan Kandidat: Utamakan Kader Internal yang Tersertifikasi*
Saya menyambut positif deklarasi Bapak TM Nurlif untuk tidak maju periode ketiga. Ini membuka ruang bagi kepemimpinan baru. Dari nama-nama yang beredar:
– *Teuku Raja Keumangan (TRK)* dan *Andi Harianto Sinulingga* adalah figur kompeten yang layak dipertimbangkan.
– Namun, saya sejalan dengan suara kader Aceh lainnya (seperti Bapak Khalid dan Zulfahmi) bahwa *ketua baru HARUS berasal dari kader internal yang tersertifikasi*. Membiarkan figur eksternal memimpin akan mengikis identitas dan loyalitas partai.

*4. Pidie Jaya Berkomitmen untuk Rekonsiliasi*
Sebagai perwakilan Golkar Pidie Jaya, saya mendorong *Musda XII menjadi momentum rekonsiliasi seluruh faksi*. Kami siap menjadi jembatan dialog antar-kabupaten untuk meminimalisir risiko fragmentasi. Kepemimpinan baru harus lahir dari proses musyawarah yang transparan, bukan oligarki sempit.

*5. Ancaman bagi Pemilu 2029*
Jika penundaan Musda terus terjadi, Partai Golkar Aceh akan kehilangan momentum menyusun strategi elektoral menyambut Pemilu 2029. *Stabilitas sementara dari perpanjangan masa jabatan ini tidak boleh membuat kami lengah*. Musda yang tertunda berarti program kaderisasi mandek, elektabilitas terkikis, dan kepercayaan publik menurun.

Perpanjangan masa jabatan Bapak TM Nurlif adalah solusi darurat, tetapi *DPP Partai Golkar wajib memastikan bahwa Musda XII Aceh terlaksana maksimal 3 bulan ke depan*. Kader Pidie Jaya siap berkontribusi aktif dalam persiapan Musda demi melahirkan kepemimpinan yang legitimate, kohesif, dan membawa Golkar Aceh kembali sebagai kekuatan politik utama.
*#RegenerasiBukanDiamBergerakBersama*

> Opini ini merupakan pandangan pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan resmi DPD I Partai Golkar Aceh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *