Meureudu, Pidie Jaya – Suasana sukacita dan harapan mengiringi panen semangka di Gampong Teupin Peuraho, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, sepanjang bulan Juli 2025 ini. Petani setempat menikmati hasil panen yang disebut-sebut “cukup bagus” dengan produksi yang mengalami peningkatan, mengukir prestasi baru dalam budidaya buah yang sangat dinanti-nantikan tersebut. Momen panen, yang selalu menjadi puncak harapan para petani karena menjanjikan keuntungan finansial signifikan, kali ini terasa lebih manis berkat penerapan teknik budidaya yang optimal dan sebuah sayembara unik yang memicu semangat.
Semangka, buah segar berair dengan cita rasa manis yang menjadi primadona terutama di musim kemarau, memang selalu ditunggu kehadirannya. Di Teupin Peuraho, kesabaran para petani terbayar lunas. Keuchik Gampong Teupin Peuraho, Mulyadi, SE, yang akrab disapa Ady Kuta, membeberkan gambaran sukses panen kali ini. “Luas lahan yang ditanami semangka di lahan sawah kita mencapai lebih kurang 15 Hektar,” jelas Mulyadi kepada media. Modal yang digelontorkan petani cukup besar, rata-rata Rp 20 juta per hektar, menunjukkan keseriusan mereka dalam budidaya.
Hasil jerih payah itu pun luar biasa. Rata-rata hasil panen mencapai 28 ton per hektar. Dengan harga jual terkini di tingkat petani yang stabil di angka Rp 5.000 per kilogram, maka pendapatan kotor per hektar diperkirakan mencapai Rp 140 juta. Secara total, Keuchik Mulyadi menyatakan bahwa “devisa” atau pendapatan yang masuk ke kantung petani desa per satu periode panen ini rata-rata mencapai Rp 1,5 miliar, menyuntikkan semangat ekonomi baru bagi warga Gampong Teupin Peuraho. “Ini buah dari kerja keras dan penerapan teknik budidaya yang lebih baik oleh para petani kita,” tambah Mulyadi.
Sayembara Buah Raksasa dan Kemenangan Pemuda Tani
Menjelang puncak panen, Keuchik Mulyadi menambahkan bumbu motivasi lewat sebuah sayembara menarik. Beliau menantang para petani: barang siapa yang mampu menghasilkan semangka dengan berat lebih dari 8,7 kg, akan mendapat bonus Rp 200.000 per buah. Tantangan ini rupanya memacu semangat untuk menghasilkan buah terbaik.
Motivasi itu berbuah manis bagi Muhammad Rizky, seorang petani muda putra daerah. Dengan perawatan teliti, Rizky berhasil memanen dua buah semangka raksasa yang memecahkan rekor sayembara. Satu buah mencapai bobot fantastis 9,3 kg dan satunya lagi tepat di batas minimum sayembara, 8,7 kg. Prestasi ini mengantarkan suami dari Al Husna tersebut meraih bonus total Rp 400.000 dari Keuchik Mulyadi. “Alhamdulillah, senang sekali bisa dapat bonus. Ini memotivasi kita semua untuk lebih baik lagi,” ujar Rizky, bangga atas pencapaiannya.
Kunci Sukses: Teknik Optimal dan Pemilihan Varietas
Keberhasilan panen kali ini tidak lepas dari pemahaman petani tentang karakteristik tanaman semangka. Seperti dijelaskan dalam laporan, umur panen semangka sangat variatif, tergantung jenisnya. Rata-rata semangka dipanen antara 70-100 hari setelah tanam, meski beberapa varietas bisa memakan waktu hingga 100-150 hari. Petani di Teupin Peuraho tampaknya telah memilih varietas yang sesuai dan mengoptimalkan masa tanam hingga panen di sekitar Juli ini, memanfaatkan kondisi alam yang mendukung.
Kesegaran dan rasa manis semangka Teupin Peuraho menjadi daya tarik utama, menjadikannya komoditas yang laris di pasaran. Peningkatan hasil panen dibanding periode sebelumnya menjadi indikator nyata bahwa teknik budidaya yang dijalankan petani, mulai dari pengolahan lahan, pemupukan, pengairan, hingga pengendalian hama, telah mengalami peningkatan signifikan.
Masa Depan Cerah dari Ladang Semangka
Panen semangka Juli 2025 di Gampong Teupin Peuraho bukan sekadar tentang angka tonase dan rupiah. Ini adalah cerita tentang kerja keras yang terbayar, tentang inovasi kepemimpinan lokal lewat sayembara kreatif, dan tentang semangat petani muda seperti Muhammad Rizky yang berprestasi. Dengan pendapatan mencapai miliaran rupiah dan semangat yang terus membara berkat insentif seperti sayembara buah raksasa, masa depan budidaya semangka di desa ini terlihat semakin cerah. Kesuksesan ini diharapkan menjadi pijakan untuk terus meningkatkan kualitas, kuantitas, dan nilai ekonomi semangka Teupin Peuraho di pasaran, membawa kesejahteraan yang lebih besar bagi seluruh masyarakat gampong.
Editor : CM Cek Mad
