
Jeunieb mediamataelangindonesia.com , 28 Mei 2026 – Gemuruh takbir menggema di lingkungan Dayah Rauhul Mudi Al-Aziziyah Jeunieb sejak pagi hari. Dalam suasana penuh kekhidmatan, dayah yang dipimpin oleh Tgk. H. Muhammad Yusuf M. Nasir atau yang akrab disapa Abiya Jeunieb ini melaksanakan pemotongan hewan kurban sebanyak 5 ekor sapi dan 2 ekor kambing, Kamis (28/5/2026).
Tidak seperti kegiatan seremonial biasa, penyembelihan kurban di dayah ini berlangsung meriah dengan semangat gotong royong yang luar biasa. Puluhan santri, dewan guru, alumni, hingga warga sekitar bahu-membahu mengurus hewan kurban mulai dari proses penyembelihan, pengulitan, hingga pemotongan daging. Pemandangan kebersamaan ini menjadi tontonan tersendiri yang merefleksikan nilai-nilai ukhuwah Islamiyah yang kuat.
Sekretaris Jenderal Barisan Muda Ummat (BMU) Pusat, Tgk. Zainuddin MZ, yang turut hadir di lokasi, menjelaskan kepada Cek Mad bahwa kegiatan ini bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan bagian dari kurikulum pendidikan ruhani dan sosial bagi para santri.
“Alhamdulillah, pelaksanaan kurban berjalan lancar dan penuh kebersamaan. Ini adalah momentum belajar bagi santri tentang makna pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan Ismail AS. Mereka tidak hanya melihat, tetapi terlibat langsung sehingga tumbuh rasa kasih sayang dan empati kepada sesama,” ujar Tgk. Zainuddin MZ di sela-sela pendistribusian daging.
Sementara itu, Pimpinan Dayah sekaligus Ketua Umum BMU, Abiya Jeunieb, dalam amanat singkatnya mengajak seluruh masyarakat untuk tidak menyia-nyiakan sisa hari Tasyrik (11, 12, 13 Dzulhijjah). Menurutnya, waktu ini masih sangat utama untuk melaksanakan ibadah kurban dan memperbanyak amal kebajikan.
“Bagi saudara-saudara kita yang Allah luaskan rezekinya, jangan ragu untuk berqurban. Masih ada waktu di hari-hari tasyrik ini. Jangan biarkan saudara-saudara kita yang fakir miskin, anak yatim, dan kaum dhuafa merasakan kesedihan di tengah hari raya karena kekurangan. Mari kita samakan kebahagiaan Idul Adha ini dengan berbagi,” ajak Abiya Jeunieb.
Abiya juga menekankan bahwa esensi kurban jauh melampaui sekadar ritual penyembelihan hewan. “Qurban adalah puncak ketaatan dan penghambaan diri kepada Allah SWT. Semangat ini harus melahirkan kepedulian sosial yang nyata,” tambahnya.
Daging kurban yang telah diolah langsung didistribusikan secara merata oleh panitia. Sasaran utama pembagian adalah para santri yang tinggal di asrama, masyarakat kurang mampu di sekitar dayah, kaum dhuafa, dan anak-anak yatim. Proses distribusi dilakukan dengan sistem jemput bola agar manfaat kurban bisa segera dirasakan.
Momentum Idul Adha 1447 Hijriah ini diharapkan mampu menjadi pengingat bagi seluruh umat Islam untuk terus memperkuat tali persaudaraan, memperbanyak sedekah, serta menjaga nilai-nilai kebersamaan, terutama di tengah tantangan kehidupan sosial saat ini.
(CM)

