WhatsApp Image 2025-07-26 at 17.09.58

Mediamataelangindonesia.com-Wilayah Pulau Weh
SABANG, 26 Juli 2024 – Semarak Festival Kuah Beulangong yang berlangsung di halaman Gedung Olahraga Merah Putih, Lhok Igeuh, Kota Sabang, menjadi momen istimewa dalam memperkenalkan kekayaan kuliner dan tradisi Aceh. Dalam ajang ini, Gampong Kuta Barat tampil memikat dengan menyuguhkan Kuah Beulangong khas hasil racikan tangan dingin MUHAMMAD IBRAHIM, yang lebih dikenal dengan sapaan KOKO.

Dipercaya sebagai juru masak utama oleh Gampong Kuta Barat, KOKO menunjukkan keahliannya dalam mengolah Kuah Beulangong — kuliner warisan leluhur yang tidak hanya kaya cita rasa, namun juga sarat dengan nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan kekeluargaan.

“Kami bangga bisa ambil bagian dalam festival ini. Kuah Beulangong bukan sekadar makanan, tapi simbol persatuan masyarakat,” ujar Koko saat ditemui di sela-sela proses memasak.


Kuah Beulangong dimasak dalam kuali besar (beulangong) yang diletakkan di atas tungku kayu bakar. Proses memasak memakan waktu sekitar dua hingga tiga jam, dan melibatkan kerja sama beberapa pria dewasa dari gampong. Mereka secara bergiliran menjaga api, mengaduk kuah, serta memastikan potongan daging, rempah-rempah, dan bahan pelengkap lainnya tercampur merata dan matang sempurna.

Tradisi memasak Kuah Beulangong seperti ini biasa dilakukan saat Idul Fitri, Idul Adha, Maulid Nabi, kenduri adat, atau momen penting lainnya dalam masyarakat Aceh. Festival ini sekaligus menjadi ajang pelestarian budaya dan pendidikan bagi generasi muda untuk tetap mencintai dan mempertahankan kearifan lokal.

Kegiatan festival ini mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Aroma rempah yang menggoda tercium sejak pagi hari dan mengundang pengunjung dari berbagai penjuru kota untuk menyaksikan langsung proses memasak serta mencicipi hasil akhirnya.

Pemerintah Kota Sabang dan panitia pelaksana festival juga mengapresiasi partisipasi seluruh gampong, termasuk kontribusi luar biasa dari Gampong Kuta Barat yang telah menyajikan kuah dengan rasa autentik dan kehangatan khas Aceh.

Dengan kehadiran para tokoh masyarakat, pemuda, serta pengunjung dari berbagai kalangan, Festival Kuah Beulangong ini diharapkan dapat menjadi agenda tahunan untuk memperkuat identitas budaya Sabang sekaligus mendorong sektor pariwisata dan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.

Demikian Laporan Pantauan Media Mata Elang Indonesia Com Wilayah Sabang Oleh Kabiro-Mj Eric Novi Karno

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *