Ternate – Dalam rangka meningkatkan kinerja kepolisian dan memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi Polri, Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Maluku Utara, Brigjen Pol. Stephen M. Napiun, S.I.K., S.H., M.Hum., menghadiri kegiatan Analisa dan Evaluasi (Anev) Triwulan I Program Beyond Trust Presisi serta peluncuran Program Polri untuk Masyarakat Triwulan II Tahun 2025. Kegiatan tersebut berlangsung secara daring pada Senin (19/5/2025), dan digelar secara luring di Aula Kie Raha Polda Maluku Utara.
Acara ini turut dihadiri oleh Pelaksana Harian Irwasda Polda Malut, Kombes Pol Moh. Adnan Hanafi, serta para pejabat utama Polda Maluku Utara yang mengikuti kegiatan secara seksama.
Anev ini dipimpin langsung oleh Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Komjen Pol. Ahmad Dofiri, melalui sambungan Zoom Meeting dari Markas Besar Polri di Jakarta.
Dalam sambutannya, Wakapolri menegaskan bahwa forum Anev bukan hanya sekadar kegiatan rutinitas institusional, melainkan merupakan momentum penting untuk melakukan refleksi terhadap pelaksanaan program kerja, sekaligus merumuskan perbaikan dalam implementasi kebijakan dan pelayanan publik Polri di masa mendatang.
“Anev adalah ruang reflektif yang harus kita manfaatkan untuk mengevaluasi diri secara jujur. Kita mendorong adanya masukan terbuka dari seluruh satuan kerja, agar program Presisi Polri benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar Komjen Pol. Ahmad Dofiri.
Wakapolri juga menyoroti berbagai tantangan global yang memengaruhi stabilitas nasional, seperti konflik geopolitik dan ketidakpastian ekonomi. Ia menekankan pentingnya kesiapsiagaan dan respons cepat dari jajaran Polri untuk menghadapi dinamika tersebut agar ketertiban dan keamanan dalam negeri tetap terjaga.
Selain itu, aspek ketahanan pangan dan penyediaan makanan bergizi turut menjadi sorotan. Menurutnya, kepolisian tidak hanya hadir dalam konteks penegakan hukum, tetapi juga harus aktif dalam mendukung sektor-sektor strategis nasional, termasuk pelayanan sosial dan ekonomi masyarakat.
Dalam sesi tambahan, Komjen Dofiri menekankan pentingnya pendekatan komunikasi yang humanis dan kultural dalam melayani masyarakat. Ia mengajak seluruh jajaran Polri untuk menggunakan bahasa yang sederhana, akrab, dan merakyat dalam setiap aktivitas pelayanan, guna memperkuat kedekatan emosional antara polisi dan masyarakat.
“Kehadiran polisi bukan hanya dalam bentuk seragam dan kendaraan dinas, tetapi juga dalam bentuk komunikasi yang hangat, seperti duduk di warung kopi, berdiskusi di forum RT atau komunitas. Itulah bentuk nyata pelayanan publik yang membumi,” tegasnya.
Di tengah upaya peningkatan kualitas pelayanan, Wakapolri juga menyampaikan bahwa tingkat kepercayaan publik terhadap Polri mengalami peningkatan dari 66 persen menjadi 70 persen. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa Polri masih berada di peringkat kelima dalam hal tingkat kepercayaan publik dibandingkan lembaga negara lainnya, sehingga masih dibutuhkan upaya yang konsisten untuk memperbaikinya.
Melalui pelaksanaan Anev dan peluncuran Program Polri untuk Masyarakat Triwulan II ini, Polri berharap dapat terus memperbaiki sistem kerja internal, memperluas ruang partisipasi masyarakat, serta memperkuat sinergi antara institusi dan warga negara.
Wakapolda Maluku Utara, Brigjen Pol. Stephen M. Napiun, menyatakan bahwa Polda Malut akan terus berkomitmen dalam mengimplementasikan seluruh arahan dan kebijakan strategis yang disampaikan dalam forum Anev, guna mendukung Polri yang semakin presisi, transparan, dan humanis.
“Polda Malut siap mendukung program nasional Polri dengan mengedepankan pelayanan yang profesional, berintegritas, dan merakyat. Ini bagian dari upaya kami untuk menghadirkan rasa aman dan percaya bagi seluruh lapisan masyarakat di wilayah Maluku Utara,” pungkas Wakapolda.
(Red/Ryo)
