Meureudu mataelangindonesia.com
– Wakil Bupati Pidie Jaya, Hasan Basri, ST.MM, memimpin rapat koordinasi untuk memfinalisasi usulan program prioritas ke pemerintah pusat. Rapat berlangsung pada Senin, 4 Mei 2026, di Ruang Rapat Wakil Bupati, dan dihadiri oleh para asisten, staf ahli, kepala SKPK, kabag, serta CPNS. Langkah ini dilakukan guna mempercepat pemulihan dan penguatan ekonomi daerah pascabencana 25 November 2025.

Pembahasan difokuskan pada sinkronisasi program strategis lintas sektor, seperti rehabilitasi sawah, pengembangan tambak dan kelautan, pemberdayaan nelayan, penataan kampung nelayan, serta penguatan peran BUMG dan BUMD dalam menggerakkan ekonomi berbasis potensi lokal.

Beberapa usulan teknis yang dibahas antara lain perbaikan irigasi untuk menambah luas tanam padi, normalisasi alur Sungai Kuala Merdu dan Krueng Ulee Gle, serta pengembangan kawasan pesisir dengan fasilitas pendukung yang terintegrasi.

Wabup menegaskan bahwa setiap usulan harus disusun berdasarkan data, analisis terukur, dan memiliki nilai ekonomi yang jelas agar dapat meyakinkan pemerintah pusat. “Kita tidak bisa lagi mengusulkan program tanpa perencanaan matang. Harus ada dokumen analisis yang kuat, proposal yang jelas, dan dampak ekonomi yang terukur,” tegasnya.

Ia juga mendorong seluruh perangkat daerah, termasuk CPNS, untuk lebih inovatif dalam menciptakan peluang usaha dan lapangan kerja. “Potensi daerah harus kita olah menjadi produk unggulan yang siap dipasarkan, bukan hanya konsep, tetapi benar-benar menghasilkan,” tambahnya.

Wabup menekankan pentingnya pengawalan program secara konsisten dan koordinasi aktif dengan kementerian terkait. Ia meminta setiap kepala dinas menyusun paparan progres serta melengkapi data dukung yang komprehensif, termasuk rencana pengembangan industri perikanan terpadu, budidaya garam, dan hilirisasi hasil laut seperti ikan kareng. “Jangan ada usulan tanpa data dan tanpa arah yang jelas. Kita harus fokus dan serius, karena ini menyangkut masa depan ekonomi Pidie Jaya,” ujarnya.

Wabup optimistis, dengan perencanaan matang dan kolaborasi lintas sektor, program-program tersebut dapat terealisasi dalam satu hingga tiga tahun ke depan dan menjadi pengungkit utama pertumbuhan ekonomi daerah menuju 2028. (CM)

Editor/admin : Teuku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *