WhatsApp Image 2025-07-15 at 11.00.29 (1)

*Pidie Jaya, 16 Juli 2025* – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie Jaya memulai langkah signifikan dalam menata ulang kawasan kantor bupati, dengan melakukan penebangan terukur terhadap sejumlah pohon di halaman depan gedung utama pada Selasa pagi (15/07/2025). Operasi penataan ini merupakan bagian dari upaya serius pemerintah daerah untuk meningkatkan kerapian, keindahan (estetika), serta keamanan lingkungan perkantoran yang dinilai mulai terlihat kumuh dan tidak tertata rapi.

*Kondisi Sebelumnya dan Alasan Penebangan:*
Area depan kantor bupati yang merupakan wajah pemerintahan kabupaten, selama ini diketahui dipenuhi oleh pepohonan yang tumbuh tidak terkendali. Ranting-ranting menjuntai hingga ke trotoar dan jalan, dedaunan berserakan tidak terurus, serta pola tumbuh yang tidak teratur menimbulkan kesan semrawut. Kondisi ini tidak hanya mengganggu pandangan terhadap bangunan kantor bupati yang seharusnya menjadi ikon representatif, tetapi juga berpotensi menimbulkan masalah keamanan dan kenyamanan.

Pohon-pohon yang ditebang dipilih secara selektif berdasarkan kriteria tertentu, seperti:
1. *Mengganggu Pandangan Visual:* Menutupi pemandangan ke arah gedung utama kantor bupati.
2. *Tumbuh Tidak Teratur:* Memiliki bentuk dan arah tumbuh yang tidak sesuai dengan tata letak kawasan dan dinilai mengganggu.
3. *Berpotensi Mengganggu Fasilitas:* Akar yang dapat merusak infrastruktur jalan, trotoar, saluran drainase, atau bahkan pondasi bangunan, serta ranting yang membahayakan jika patah.
4. *Menimbulkan Kesan Kumuh:* Dedaunan yang selalu berserakan dan ranting liar menambah kesan tidak terawat.

*Penegasan Bukan Penggundulan dan Komitmen Lingkungan:*
Merespons kemungkinan munculnya kekhawatiran publik, Sekretaris Daerah (Sekda) Pidie Jaya, Dr. Munawar Ibrahim, SKM, MPH, dengan tegas menekankan bahwa kegiatan ini sama sekali bukan tindakan penggundulan hutan atau penebangan liar.

“Kegiatan penebangan yang kita lakukan hari ini adalah bagian dari *penataan dan revitalisasi kawasan strategis kantor pemerintahan,” jelas Munawar kepada media di lokasi. “Tujuannya sangat jelas: menciptakan wajah kantor bupati yang lebih rapi, bersih, tertata, dan representatif. Selain aspek estetika, faktor **keamanan dan kenyamanan* pengunjung maupun pegawai yang beraktivitas di sini menjadi pertimbangan utama kami.”

Munawar menegaskan komitmen Pemkab terhadap kelestarian lingkungan. “Kami telah mempertimbangkan aspek lingkungan secara matang. Kegiatan ini tidak berhenti pada penebangan. *Penanaman ulang (replanting) dengan jenis pohon yang lebih terkontrol dan memiliki nilai estetis tinggi sudah menjadi bagian dari rencana.*”

“Prinsipnya, kawasan ini akan tetap hijau, tetapi dengan tatanan yang lebih baik. Pohon-pohon yang kurang sesuai akan diganti dengan *tanaman hias yang indah atau pepohonan peneduh (rindang) yang bentuk pertumbuhannya lebih teratur dan sesuai dengan desain penataan kawasan* yang kita inginkan,” papar Sekda lebih lanjut. Sebagian kayu hasil tebangan rencananya akan dimanfaatkan untuk keperluan yang bermanfaat.

*Respons Publik dan Harapan Perbaikan Menyeluruh:*
Langkah Pemkab Pidie Jaya ini sempat memancing beragam reaksi dari masyarakat. Sebagian warga menyatakan dukungan, menganggap kantor bupati sebagai pusat pemerintahan harus tampil rapi dan profesional.

“Sebagai kantor pusat pemerintahan, tentu harus terlihat tertib dan indah. Kami mendukung selama ada rencana penanaman kembali,” ujar seorang warga yang melintas di sekitar lokasi.

Namun, dukungan ini juga disertai harapan agar penataan tidak hanya berfokus pada penghijauan depan kantor. Warga berharap langkah ini menjadi pemicu perbaikan fasilitas publik di sekitarnya secara lebih menyeluruh.

“Semoga ini juga diikuti dengan *perbaikan trotoar* untuk pejalan kaki, *perbaikan sistem drainase* yang sering bermasalah saat hujan, serta penambahan atau perawatan *fasilitas publik* lain seperti tempat duduk dan penerangan di sekitar kompleks kantor bupati,” harap warga lainnya.

*Proses Berkelanjutan dan Koordinasi Lintas Dinas:*
Kegiatan penataan kawasan kantor bupati ini dipastikan tidak selesai dalam satu hari. Proses penebangan terarah dan penataan lanjutan akan berlangsung selama beberapa hari ke depan. Untuk memastikan proses berjalan aman, tertib, dan sesuai dengan prosedur serta peraturan yang berlaku, Pemkab melibatkan secara aktif dinas-dinas terkait.

“Dinas Lingkungan Hidup akan terus memantau proses dan memastikan komitmen penanaman kembali terlaksana. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) juga terlibat untuk menjaga ketertiban dan keamanan selama operasi berlangsung,” pungkas Sekda Munawar Ibrahim, menegaskan koordinasi lintas instansi dalam upaya penataan ini.

Dengan langkah ini, Pemkab Pidie Jaya bertekad menjadikan kantor bupati bukan hanya sebagai pusat administrasi, tetapi juga sebagai ruang publik yang tertata, indah, aman, dan membanggakan warga.

Editor : CM Cek Mad

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *