IMG-20261023-WA0418

SABANG —Mediamataelangindonesia.com | Kualitas demokrasi tidak hanya ditentukan oleh penyelenggaraan pemilihan umum, tetapi juga oleh kecerdasan masyarakat dalam memahami informasi, menilai kepemimpinan, dan menggunakan hak politik secara bertanggung jawab. Di sinilah pers profesional dan pendidikan politik memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran demokrasi, termasuk di kalangan generasi muda,Kamis,22 Oktober 2026.

Hal tersebut menjadi bagian dari perspektif yang disampaikan Ketua PWI Kota Sabang, Jalaluddin Zky, saat tampil sebagai salah satu narasumber dalam kegiatan edukasi politik dan demokrasi yang diselenggarakan ICMI Kota Sabang bersama Bawaslu Kota Sabang di Heri Kupi, Kota Sabang.

Kegiatan yang berlangsung pukul 16.35–18.35 WIB itu diikuti berbagai unsur organisasi, lembaga, masyarakat, serta pelajar dan pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS). Tujuh narasumber dari unsur PWI, Bawaslu, Komisi Independen Pemilihan (KIP), Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU), ICMI, Kesbangpol, dan Kaukus Perempuan Politik Indonesia turut memberikan pemaparan kepada peserta.

Dalam konteks literasi politik, pers memiliki tanggung jawab menghadirkan informasi yang akurat, berimbang, dan terverifikasi. Masyarakat perlu memiliki kemampuan memilah informasi, mengenali fakta, serta menyikapi perbedaan pandangan secara dewasa di tengah derasnya arus informasi digital.

Keterlibatan pelajar dan pengurus OSIS menjadi bagian penting dalam membangun pemahaman demokrasi sejak dini. Sekolah bukan hanya ruang pembelajaran akademik, melainkan juga tempat menumbuhkan kepemimpinan, tanggung jawab, penghargaan terhadap perbedaan, dan keberanian menyampaikan pendapat secara santun.

Kolaborasi ICMI dan Bawaslu Kota Sabang melalui forum tersebut mempertemukan berbagai perspektif kelembagaan untuk memperluas wawasan masyarakat mengenai partisipasi politik dan tanggung jawab demokratis. Sinergi semacam ini penting agar pendidikan politik tidak berhenti pada pemahaman tentang pemilu, tetapi berkembang menjadi kesadaran untuk menjaga integritas demokrasi dalam kehidupan sehari-hari.

Demokrasi yang bermartabat berawal dari masyarakat yang cerdas, informasi yang dapat dipercaya, dan generasi muda yang memahami tanggung jawabnya. Pers yang berintegritas menjadi bagian penting dalam menjaga ruang publik tetap sehat, kritis, dan tercerahkan.

-Mj Eric Karno | Mei Sabang News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *