PIDIE JAYA, mediamataelang.com – Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, melakukan gebrakan luar biasa di sektor pendidikan dengan merombak hampir seluruh struktur kepemimpinan sekolah. Sebanyak 39 orang guru resmi dilantik menjadi kepala sekolah untuk jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Taman Kanak-Kanak (TK) dalam sebuah prosesi akbar yang berlangsung di Aula Cot Trieng, Kantor Bupati Pidie Jaya, pada Senin (20/4/2026).
Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan yang dipimpin langsung oleh Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi, ini menandai babak baru dalam tata kelola pendidikan di wilayah tersebut. Tidak hanya pelantikan, acara itu juga dirangkaikan dengan penyerahan penghargaan tertinggi daerah, yakni “Japakeh Award,” sebagai bentuk apresiasi atas kinerja aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Pidie Jaya.

Latar Belakang: Usulan Tertulis dan Pertimbangan BKN
Keputusan monumental ini tidak dibuat secara tiba-tiba. Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya mengacu pada surat usulan resmi bernomor Peg.821.2/42/2026 yang diterbitkan pada 5 Februari 2026. Seluruh proses mutasi dan promosi ini juga telah melalui pertimbangan teknis yang matang dari Badan Kepegawaian Negara (BKN), memastikan bahwa setiap pergeseran jabatan memenuhi aspek kompetensi, senioritas, dan kebutuhan organisasi.
Rincian Perombakan: Rotasi Masif di Semua Lini
Bupati Sibral Malasyi menegaskan bahwa ini bukan sekadar rotasi biasa, melainkan sebuah “reshuffle total” untuk menyegarkan sistem kepemimpinan di sekolah-sekolah negeri.
1. Jenjang SMP: Wajah Baru di Tiga Kecamatan
Di tingkat Sekolah Menengah Pertama, setidaknya tiga sekolah negeri mendapatkan kepala sekolah baru. Rotasi ini menyasar posisi-posisi strategis, antara lain:
· Muliadi, S.Pd., dipercaya untuk memimpin SMP Negeri 1 Bandar Baru.
· Nasrul Hidayat, S.Pd.I., resmi menjabat sebagai Kepala SMP Negeri 1 Panteraja.
· Nazaruddin, S.Pd.I., kini memegang kendali di SMP Negeri 1 Bandar Dua.
2. Jenjang SD: Lebih dari 20 Nama Bertukar Posisi
Pergeseran paling masif terjadi di tingkat Sekolah Dasar, yang melibatkan puluhan nama. Beberapa di antaranya yang paling menonjol adalah:
· Muhibbuddin, S.Pd.SD., kini memimpin SD Negeri 1 Bandar Baru.
· Chandra, S.Pd., sebagai Kepala SD Negeri 12 Bandar Baru.
· Kartini, S.Pd., di SD Negeri 4 Bandar Baru.
· Hasan Basri, S.Pd., memegang amanah di SD Negeri 28 Bandar Baru.
· Basri, S.Pd., bergeser ke SD Negeri 2 Trienggadeng.
· Yulizar, S.Pd., memimpin SD Negeri 11 Meureudu.
· Sri Wahyuni, S.Pd., diamanahkan sebagai Kepala SDN 2 Ulim.
· Dheri Fajria, S.Pd., kini di kursi Kepala SD Negeri 1 Meureudu.
· Rahmadani, S.Pd., di SD Negeri 2 Meureudu.
· Elida Fitri, S.Pd., untuk SD Negeri 5 Meurah Dua.
· Irwani, S.Pd., memimpin SDN 3 Ulim.
· Ainol Marziah, S.Pd., sebagai Kepala SD Negeri 3 Bandar Dua.
· Sulihati, S.Pd., di SD Negeri 2 Jangka Buya.
· Irwandi, S.Pd., mengepalai SD Negeri 10 Bandar Dua.
3. Jenjang TK: Sentuhan Baru untuk Pendidikan Dini
Perhatian pemerintah juga menyasar pendidikan anak usia dini. Sebanyak 12 kepala TK negeri dilantik, di antaranya:
· Tarwiyah, S.Pd., sebagai Kepala TK Negeri Bungong Meulu.
· Siti Hawa, S.Pd., di TK Negeri Bungong Seulanga 2.
· Nafisah, S.Pd., memimpin TK Negeri Pembina Meureudu.
· Yusnidar, S.Pd., di TK Negeri Tgk Chik Diuteun Bayu.
· Rini Angger Sari, S.Pd., sebagai Kepala TK Negeri Malahayati.
· Nurhabibah, S.Pd., dipercaya memimpin TK Negeri Islam At-Taqarrub.
Arahan Bupati: Bukan Seremoni Biasa, Target Prestasi Wajib Naik
Dalam sambutannya yang berapi-api, Bupati Sibral Malasyi memberikan penekanan keras kepada seluruh pejabat yang baru dilantik. Ia menyebut bahwa jabatan kepala sekolah adalah “ujung tombak” perubahan.

“Ini bukan sekadar rotasi jabatan atau formalitas administratif. Ini adalah medan perang untuk mencerdaskan anak-anak Pidie Jaya. Saya ingin melihat perubahan nyata dalam 100 hari ke depan,” tegas Sibral.
Ia meminta para kepala sekolah untuk tidak sekadar duduk di kantor, melainkan menjadi motor penggerak inovasi. “Kepala sekolah harus keluar dari zona nyaman. Tingkatkan mutu pembelajaran, bentuk karakter siswa yang religius dan berakhlak, serta libatkan orang tua dan masyarakat. Saya akan mengevaluasi kinerja Bapak/Ibu secara berkala,” ancamnya.
Apresiasi: Penyerahan Japakeh Award dan Harapan Publik
Di sela-sela pelantikan, Bupati juga menyerahkan “Japakeh Award” kepada sejumlah ASN berprestasi di lingkungan Pemkab Pidie Jaya. Penghargaan ini diberikan sebagai stimulan agar kinerja jajaran pemerintah daerah, termasuk para pendidik, terus meningkat.
Dengan perombakan besar-besaran ini, publik Pidie Jaya kini menaruh harapan sangat tinggi. Masyarakat berharap agar wajah pendidikan di daerahnya yang dikenal dengan sektor pertanian dan keagamaan ini dapat benar-benar bertransformasi menjadi lebih maju, merata, kompetitif, dan mampu menjawab tantangan era digital serta persaingan global.
Para pengamat pendidikan setempat menilai bahwa langkah Bupati Sibral ini cukup berani dan diharapkan dapat memutus siklus kepemimpinan yang stagnan di sekolah-sekolah negeri. (CM)
Editor/admin : Teuku
